Delapan Orang ini Diringkus Polisi Usai Kibarkan Bendera Bintang Kejora di Depan Istana Negara

Amalia Purnama Sari
Amalia Purnama Sari

Delapan Orang ini Diringkus Polisi Usai Kibarkan Bendera Bintang Kejora di Depan Istana Negara Demo di istana negara (sumber: Megapolitan Kompas)

Winnetnews.com -  Delapan pelaku pengibaran bendera bintang kejora resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Metro Jaya saat melakukan aksi demo di depan istana negara pada (28/08).

Delapan tersangka ini dijerat Pasal 106 dan 110 KUHP dengan tuduhan tindakan Makar.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yuwono, mengatakan bahwa salah satu tersangka merupakan juru bicara Front Rakyat Indonesia untuk West Papua (FRI West Papua), Surya Anta Ginting.

Para tersangka diamankan di berbagai tempat yang berbeda, salah satunya adalah Asrama Lani Jaya, Depok, Jawa Barat.

Melansir Kompas.com, Senin (02/09), Kapolri Jenderal (Pol) Tirto Karnavian sebelumnya memberikan instruksi Kapolda Metro Jaya, Irjen Gatot Eddy Pramono, untuk segera meringkus para pelaku pengibaran bendera bintang kejora.

Penangkapan ini sebenarnya diinisiasi dari komentar Ketua MPR, Zulkifli Hasan. Ia merasa heran mengapa polisi tidak langsung menangkap pelaku pengibaran bendera bintang kejora setelah 15 tahun lamanya.

Zulkifli berujar, “Tidak ada tindakan serius dari TNI-Polri ketika bendera bintang kejora berkibar.”

Namun protes Zulkifli ini direspon oleh Polri melalui penjelasan Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas), Divisi Humas Polri, Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo, “Langkah kami sebenarnya melihat secara teknis. Jika kami tindaklanjuti ternyata muncul kegaduhan, atau mungkin lebih parah lagi, maka akan sia-sia saja. Lebih baik kita tunggu situasi sampai reda,” celetuknya pada Sabtu (31/08).