Demokrat Gagal Dapat Kursi, Bukti Megawati Dendam kepada SBY?
Megawati dan SBY (foto: Liputan6)
Politik

Demokrat Gagal Dapat Kursi, Bukti Megawati Dendam kepada SBY?

Senin, 28 Okt 2019 | 10:22 | Amalia Purnama Sari

Winnetnews.com - Beberapa menteri Kabinet Indonesia Maju Joko Widodo-Ma’ruf Amin resmi dilantik pada Rabu (21/10) kemarin. Sejumlah partai koalisi baik pengusung maupun non pengusung Jokowi-Ma’ruf mendapat jatah menteri di kabinet. Partai Gerindra yang sebelumnya merupakan oposisi, kini merapat ke pemerintahan dan mendapatkan jatah kursi yang kemudian ditempati oleh Prabowo Subianto dan Edhy Prabowo.

Namun, publik kemudian menyoroti absennya Demokrat dari kursi menteri. Meski sudah mengaku mendukung pasangan Jokowi-Ma’ruf, partai milik Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini nyatanya tidak masuk ke dalam jajaran menteri Kabinet Indonesia Maju.

Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang sebelumnya digadang bakal masuk ke dalam pusaran menteri ternyata tak kunjung mendapat jatah.

Melihat fenomena ini, Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief menilai bahwa ada faktor dendam yang dibawa oleh Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Megawati Soekarnoputri terhadap SBY.

Andi mengaku kalau PDI-P sebelumnya tidak setuju jika Demokrat ikut bergabung dalam koalisi Jokowi-Ma’ruf. “Penolakan itu datangnya dari pimpinan koalisi Ibu Megawati,” kata Andi, dikutip dari CNBC Indonesia, Senin (28/10).

“Demokrat ditolak masuk koalisi, artinya sama dengan menolak AHY,” tambah Andi.

Kedati demikian, Andi mengatakan jika Partai Demokrat memaklumi keputusan yang diambil Jokowi soal penempatan menteri di kabinet. “Kami tidak marah dan tidak kecewa,” akunya.

Pernyataan Andi ini lantas mendapat sambutan dari para politikus PDI-P. Menurut anggota fraksi PDI-P di DPR Hendrawan Supratiko, tuduhan Andi salah sasaran.

“Pemilihan presiden itu hak prerogatif presiden. Andi harus ingat bahwa sebagai partai pengusung dengan kontribusi jumlah suara terbesar, Bu Mega juga menyampaikan aspirasi partai saat pembukaan kongres di Bali pada 8 Agustus 2019 silam. Andi buat drama dengan plot yang mencekam.

“Ini bukan ketoprak tentang Ken Arok atau Joko Tingkir yang berisi dendam, iri, balas dendan, dan muslihat,” celetuk Hendrawan.

“Soal ada yang puas atau tidak itu kan relatif. Lebih baik kita dukung pemerintah untuk kerja serius lima tahun ke depan,” pungkasnya.

TAGS:
Megawati SoekarnoputriSusilo Bambang YudhoyonoAgus Harimurti YudhoyonoSBYAHYJokowiMa'ruf AminAndi Arief

RELATED STORIES

Loading interface...