Di Balik Fakta Kebakaran Hutan dan Lahan di Indonesia
via CNN Indonesia
Kolom

Di Balik Fakta Kebakaran Hutan dan Lahan di Indonesia

Kamis, 2 Jan 2020 | 16:33 | Muhammad Aditya Rizki

Winnetnews.com - Kebakaran hutan telah menjadi masalah yang sangat serius hampir di sebagian besar hutan Indonesia dan beberapa negara di dunia. Parahnya, hal ini kerap terjadi setiap tahun. Indonesia, Malaysia, dan Singapura, merupakan beberapa negara di Asia Tenggara yang terlibat kebakaran hutan serta dampaknya.

Bahkan, pada tahun 2015, kebakaran hutan di Indonesia menyebabkan dampak kerugian ekonomi yang sangat besar. Mencapai $ 16 Miliar atau setara Rp 227 Triliun. Tentunya, kebakaran hutan tidak boleh diabaikan dan dianggap hanya sekadar fenomena alam biasa. 

Berikut adalah beberapa penyebab umum kebakaran hutan di Indonesia.

image0
Foto: Dok. Muhammad Aditya Rizki

1. Membakar Lahan

Banyak orang yang semula hanya ingin membersihkan pekarangan atau semak di sekitar rumah. Akan tetapi, jika kondisi cuaca sedang kering, berangin dan panas, akan berbahaya dan memicu kebakaran hutan. Angin dapat menyebabkan nyala api di wilayah yang tidak diinginkan.

Kebanyakan tradisi dan adat masyarakat daerah juga membuka lahan bercocok tanam dengan cara pembakaran ladang.

2. Membuang Puntung Rokok

Rokok merupakan penyebab umum lainnya dari kebakaran hutan. Membuang puntung rokok sembarangan dapat memicu konsekuensi serius terhadap kebakaran hutan. Terlebih lagi, ketika hanya membuang puntung rokok dari jendela mobil saat berkendara.

3. Menyalakan Api Unggun

Menyalakan api unggun dalam kegiatan berkemah atau outdoor dapat memberikan kehangatan dan cahaya. Namun, bila tidak dipadamkan secara sempurna, bisa memicu kebakaran hutan ketika kondisi terik dan panas. Api unggun harus disiram air dan benar-benar padam sebelum ditinggalkan di hutan.

Mengapa Kebakaran Hutan Terjadi Setiap Tahun

Kebakaran hutan yang terjadi setiap tahun, bisa disebabkan dua hal. Yaitu: faktor alam dan faktor manusia. Sejak 1980-an, pulau Sumatera dan Kalimantan memakai teknik tebang dan bakar lahan (kelapa sawit, pohon karet, kayu pulp, dll) karena dianggap lebih murah daripada memakai mesin.

Selain itu, setiap tahun pula cuaca El Nino yang berhembus di wilayah Pasifik menyebabkan cuaca kering dan musim kemarau panjang di daerah khatulistiwa.

Hal inilah yang memungkinkan kebakaran hutan menyebar di wilayah hutan tropis Kalimantan yang berkontur rawa dan gambut. Musim kemarau berlangsung pada sekitar April — September setiap tahun.

Dampak Kebakaran Hutan

Diketahui, Indonesia merupakan produsen minyak kelapa sawit terbesar di dunia. Kebakaran hutan di sebagian besar pulau seluruh Indonesia memperlambat pertumbuhan tanaman yang dibudidayakan.

Menurut laporan World Bank, dampak kebakaran hutan di bidang ekonomi mencapai Rp 227 Triliun Rupiah ($ 16 miliar). Meliputi dampak pertanian, kehutanan, perdagangan, pariwisata dan transportasi. Belum lagi, penutupan sekolah, serta biaya penanggulangan bencana dan dampak lingkungan.

Efek jangka pendek dari kebakaran hutan ini adalah paparan kabut asap yang pekat mengganggu jalur transportasi dan kesehatan masyarakat.

Berikut adalah beberapa dampak umum dari kebakaran hutan:

1. Kerusakan Ekosistem

Kepungan asap dan api menempatkan satwa langka dan dilindungi dalam risiko kematian. Terlebih jika mereka tidak dapat menemukan tempat menghindari api.

Kebakaran hutan juga dapat menghancurkan habitat asli beragam flora dan fauna, hingga memicu hilangnya ekosistem serta keanekaragaman hayati. Kerusakan lahan juga membuat ribuan satwa terpaksa keluar dari wilayahnya dan mengubah kemampuan adaptasi spesies tumbuhan tertentu.

2. Degradasi Hutan

Hampir setiap tahun, kebakaran hutan yang terjadi secara terus-menerus mengurangi kualitas fitur hutan seperti kesuburan tanah, keanekaragaman hayati, dan ekosistem.

3. Pencemaran Udara

Hal yang tak bisa dihindari adalah pencemaran udara akibat paparan kabut asap dari kebakaran hutan. Ketika hutan musnah dilalap api, kualitas udara yang kita hirup juga menurun. Karena efek rumah kaca meningkat di atmosfer yang menyebabkan perubahan iklim dan pemanasan global.

Lebih jauh lagi, ketika asap dan debu terbang ke atmosfer, hal ini memicu pencemaran udara.

4. Degradasi Tanah

Tanah hutan mengandung nutrisi dan mineral dari vegetasi yang membusuk. Hal ini sangat mendukung kegiatan organik dan membentuk kehidupan alami ekosistem hutan.

Kebakaran hutan membunuh mikroorganisme tanah yang meningkatkan aktivitas kesuburan dan menghancurkan nutrisi di dalamnya. Akibatnya, tanah menjadi gundul dan rentan terjadi erosi/ longsor.

5. Kerugian Ekonomi

Kebakaran hutan juga dapat menyebabkan kerugian finansial seperti hilangnya tempat tinggal, ladang, kebun, pertanian, dan sebagainya.

6. Kesehatan Makhluk Hidup

Kebakaran hutan juga bisa menyebabkan risiko kematian, seperti: petugas pemadam kebakaran hutan dan tim penyelamat. Selain itu, efek asap dan debu memperburuk kesehatan saluran pernapasan, terutama orang yang alergi asap/ debu.

Dapat kita simpulkan bahwa, dampak destruktif dari kebakaran hutan sudah seharusnya menjadi tanggung jawab kita bersama dan semua pihak agar bisa ditangani dengan baik. Bila masih ingin melihat anak cucu kelak menyaksikan rimbun dan hijaunya belantara Indonesia, maka sudah seharusnya mulai detik ini mengubah perilaku agar lebih efektif dalam mencegah kebakaran hutan. (*)

 


---------------
Muhammad Aditya Rizki adalah mahasiswa London School of Public Relations Jakarta.
*) Opini penulis dalam artikel ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis seperti tertera, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi Winnetnews.com.

 

TAGS:
kebakaran hutandampakkerugian ekonomiIndonesia

RELATED STORIES

Loading interface...