Diet Okinawa, Cegah Diabetes dan Rahasia Umur Panjang

Sofia
Sofia

Diet Okinawa, Cegah Diabetes dan Rahasia Umur Panjang Diet okinawa, rahasia umur panjang orang-orang Okinawa, Jepang. (Foto: humnutrition.com)

Winnetnews.com - Salah satu alasan seseorang melakukan diet adalah ingin hidup lebih sehat. Sebab dengan hidup sehat mereka berharap bisa hidup lebih lama. Ada banyak jenis diet yang bisa diterapkan, hingga membuat bingung. "Diet apa sih yang benar-benar cocok untuk tubuh kita?" menjadi pertanyaan di tengah proses. Banyak orang yang merasa susah menemukan tipe diet yang sejalan dengan kebutuhan tubuh mereka sendiri.

Ada satu diet yang akan Winnetnews bahas kali ini, yang bisa dijadikan alternatif diet selain diet populer lainnya. Yaitu diet Okinawa. Okinawa merupakan sebuah daerah di Jepang yang masyarakatnya menjalani pola hidup sehat. Rata-rata mereka memiliki usia yang panjang. Masyarakat Okinawa memiliki tingkat obesitas dan penyakit kronis yang kecil. Apa rahasianya dan apa itu sebenarnya diet Okinawa? Apa yang membuatnya dikategorikan sebagai pola makan sehat? Simak ulasan berikut ini.

Diet Okinawa menurut pakar

Mengutip Magazine Job Like, diet Okinawa adalah pola makan tradisional orang-orang yang tinggal di Pulau Okinawa. Menu makanannya didominasi sayuran dan seafood, serta membatasi makanan olahan.

Luiza Petre, MD, seorang spesialis manajemen berat badan dan asisten profesor klinis kardiologi di The Mount Sinai School of Medicine, New York, Amerika Serikat, ada beberapa variabel yang bisa memengaruhi rentang hidup yang panjang bagi seseorang, tetapi faktor utamanya adalah pola makan orang Okinawa cukup sehat.

Menurut Dr. Petre, sebagian orang Okinawa juga makan dengan porsi moderat pada waktu makan dan memperlakukan makanan sebagai obat. Sebagian besar makanan paling populer untuk menerapkan diet Okinawa adalah:

  • Karbohidrat tinggi serat, seperti ubi jalar, sayuran berakar, dan buckwheat soba noodle
  • Sayuran hijau, seperti sayuran berdaun hijau dan kubis
  • Makanan dari kedelai, seperti tahu dan pasta miso
  • Seafood dan rumput laut, seperti kombu dan hijiki
  • Daging merah dengan jumlah sedikit
  • Jamur shiitake dan pare
  • Teh melati

Orang Okinawa tidak memasukkan pemanis dan tambahan minyak pada makanan

Orang Okinawa cenderung menikmati makanan manis hanya pada acara-acara khusus. Cara memasak makanan mereka juga lebih banyak dengan cara kukus dan goreng-cepat sehingga tidak terlalu banyak tambahan lemak. Sedangkan lemak dikonsumsi diperoleh dari ikan yang kaya omega-3.

Menu makan orang Okinawa terdiri dari sayuran yang ditumis atau direbus, sup miso, dan satu porsi kecil dari tahu dan ikan. Menu ini tidak hanya dimakan untuk makan siang dan makan malam, tetapi juga disantap untuk sarapan. Orang Okinawa tidak tertarik mengkonsumsi sereal atau kue. Sehingga mereka tidak kelebihan gula. Mereka juga tidak makan makanan yang mengandung karbohidrat rafinasi dan gula karena menyebabkan lonjakan kadar gula darah. Makan berlebih juga bisa meningkatkan resiko penyakit kronis.

Bisakah Diet Okinawa memperpanjang usia?

Banyak pakar kesehatan yang mengatakan bahwa mengonsumsi makanan tinggi serat dan lebih sedikit makanan olahan dapat mengurangi berat badan. Akan tetapi, diet Okinawa bukanlah satu-satunya faktor yang membuat tubuh langsing. Sebagian besar orang Okinawa menerapkan ajaran Konfusianisme, yaitu hara hachi bun me atau makan tidak sampai terlalu kenyang.

Menurut Dr. Petre, pola makan ini bukan tentang porsi atau kalori, tetapi tentang perhatian dan kesehatan. Jadi, orang Okinawa memilih makan untuk hidup, dan bukan hidup untuk makan. Filosofi ini terbukti berhasil meningkatkan kesehatan sehingga mereka pun berumur panjang.

Rumput laut, pare, jamur shiitake dan fatty fish yang kaya akan fitokimia anti peradangan yang dapat membantu menurunkan risiko diabetes, penyakit jantung, demensia, dan beberapa penyakit kanker.