Dijual dengan Harga Mahal, Baju Ini Tidak Bisa Digunakan di Dunia Nyata!
Sumber: Instagram.com/the_fab_ric_ant
Viral

Dijual dengan Harga Mahal, Baju Ini Tidak Bisa Digunakan di Dunia Nyata!

Jumat, 29 Nov 2019 | 13:45 | Nurul Faradila

Winnetnews.com - Sebuah baju memiliki fungsi untuk melindungi tubuh kita, dari sinar matahari ataupun gigitan serangga. Pakaian pun juga dapat terlihat dan dipegang. Namun pada awal tahun ini, sebuah pengusaha asal San Francisco, Richard Ma telah menghabiskan 1.000 dolar Amerika atau sekitar Rp14 juta untuk membeli pakaian yang tidak bisa ia gunakan di dunia nyata.

Baju tersebut merupakan produksi dari The Fabricant, rumah fashion digital pertama di dunia. Lantaran pakaian tersebut bersifat digital, maka pembelinya pun tidak bisa menggunakannya di kehidupan sehari-hari dan hanya dipakai dengan bantuan digital.

Pakaian jenis ini memang masih asing didengar oleh telinga masyarakat. Namun para pakar fashion berpandangan bahwa jenis pakaian ini, suatu saat akan berkembang pesat. Ketika memproduksinya, The Fabricant beranggapan bahwa ini adalah sesuatu yang menarik, karena pakaian yang mereka buat hanya bisa digunakan untuk kepentingan media sosial.

“Ketika dunia dikenalkan dengan media sosial, produksi pakaian menjadi sangat meningkat. Semua ini tentang ‘memalsukan kenyataan’ – kami paham bahwa orang-orang membeli sesuatu untuk dipakai hanya sekali dan mengambil foto, setelahnya mereka tidak akan pernah menggunakan pakaian yang sama lagi,” ujar Ronny Mikalsen, CEO Carlings, seperti dikutip dari Oddity Central.

Media sosial telah membentuk krisis berkelanjutan dalam dunia fashion, dengan merek populer seperti Zara yang beberapa minggu lalu mendapatkan desain baru untuk produksi dan selalu bersaing dengan permintaan konsumen muda.

Hal tersebut lah yang menjadikan sebuah fashion digital muncul. Ketika kamu ingin menunjukan pakaian baru, yang perlu dilakukan adalah dengan membelinya di rumah produksi pakaian digital dan mereka akan membuatkan sesuatu untukmu. Mereka akan melakukannya dengan menggunakan salah satu foto mu dan membuat hasilnya seperti kamu sedang memakainya.

Ketika kamu membeli pakaian digital, maka kamu hanya bisa menggunakannya di satu foto. Jika ingin mengenakannya berkali-kali, maka kamu harus membayar lebih.

“Ini tidak akan pernah menggantikan pakaian sebenarnya. Kita akan selalu membutuhkan hal itu, namun mereka juga bukan sesuatu yang ingin kamu gunakan untuk menunjukkan dirimu, mereka tidak menunjukan dirimu yang lain, yang banyak dilakukan oleh generasi muda,” ungkap Ronny Mikalsen.

“Fashion digital akan menjadi bagian sangat penting dalam industri ini di masa depan. Ini tidak akan menggantikan apapun, tapi akan menjadi bagian penting dari itu,” tutur Matthew Drinkwater, kepala Fashion Innovation Agency di London College.

TAGS:
pakaian digitalMedia Sosialharga mahal

RELATED STORIES

Loading interface...