Disiksa Brimob, Jurnalis CNN Beberkan Kejadian Sebenarnya 22 Mei
News

Disiksa Brimob, Jurnalis CNN Beberkan Kejadian Sebenarnya 22 Mei

Rabu, 29 Mei 2019 | 10:16 | Aldina Putri Nst
Winnetnews.com - Budi Tanjung selaku Jurnalis CNN Indonesia TV secara resmi melaporkan kasus dugaan penghalangan kerja jurnalistik dan kekerasan pada saat melakukan peliputan aksi 22 Mei ke Propan Mabes Polri. Budi didampingi oleh tim divisi legal dari perusahaan medianya saat menyampaikan laporannya tersebut.

“Kami melaporkan pengaduan atas tindakan kekerasan yang saya alami pada waktu itu. Karena bagi kaum jurnalis tidak satu pun menghendaki terhadap wartawan,” ungkap Budi setelah mengajukan laporannya ke Propam Mabes Polri, Jakarta, Selasa (28/5/19).

Budi mengatakan bahwa peristiwa kekerasan yang dilakukan oknum Brimob tersebut terjadi di area jalan Wahid Hasyim, sekitar pukul 02.00 WIB. Saat beristirahat di warung kecil di depan gereja GKI, Budi melihat seorang pelaku kerusuhan sedang diamankan oleh anggota Brimob, ia pun berusaha merekam kejadian tersebut menggunakan ponselnya.

“Tidak lama kemudian ada lagi pelaku kerusuhan yang diamankan kembali saya rekam lagi, tapi saat saya ambil gambar tiba-tiba ada anggota Brimob langsung melakukan pemukulan, tendangan, dengan beringasnya terhadap pelaku kerusuhan, yang sebenarnya menurut saya sudah tidak berdaya berbuat apa-apa karena sudah di piting petugas,” ungkapnya.

Pada saat merekam kejadian tersebut, beberapa anggota Brimob melihat dirinya mengabadikan kejadian pemukulan tersebut. Mereka pun langsung berteriak dan menghampiri Budi, dengan kasarnya para anggota Brimob merampas ponsel milki Budi. Mereka memaksanya untuk menghapus rekaman tersebut walaupun pada saat itu Budi mengaku bahwa dirinya adalah wartawan.

“Saya berusaha mempertahankan HP saya tapi karena pada waktu yang bersamaan ada yang memukul dari samping, bahkan salah satu teman saya Aziz yang melihat kronologi kejadian saya diperlakukan seperti itu. Saya juga sudah berteriak dua kali saya wartawan, saya wartawan. Tapi mereka tidak peduli, mereka tetap beringas memukul dan merampas dan diminta untuk hapus semua,” ungkap Budi.

Ia mengaku bahwa dirinya tidak melakukan liputan di wilayah yang konflik pada saat itu.

“Saya waktu itu tidak berada di lokasi chaos artinya apapun bisa terjadi disana, tapi kejadian itu terjadi di jalan yang sepi, tapi mereka tidak peduli meski saya sudah mengaku wartawan. Kami berharap pimpinan Polri bisa mengusut tuntas kasus-kasus yang saya alami dan teman-teman lainnya,” ujarnya.

TAGS:
jurnaliswartawanbrimobCNN IndonesiaGame

RELATED STORIES

Loading interface...