Disney Digugat Scarlett Johansson karena Langgar Kontrak

Nurul Faradila

Dipublikasikan 3 bulan yang lalu • Bacaan 1 Menit

Disney Digugat Scarlett Johansson karena Langgar Kontrak
Foto: NBC News

Winnetnews.com -  Aktris Scarlett Johansson mengajukan gugatan di Pengadilan Tinggi Los Angeles, pada Kamis (29/7). Dia mengklaim Disney telah melanggar kontrak, dengan merilis film ‘Black Widow’ di layanan streaming Disney Plus.

Seperti yang diketahui, ‘Black Widow’ dirilis bersamaan di bioskop dan layanan streaming. Dalam gugatan itu, Scarlett Johansson menyebutkan kalau gajinya sebagian besar didasarkan pada perolehan box office film tersebut.

“Untuk memaksimalkan penerimaan ini, dan dengan demikian melindungi kepentingan keungannya, (Scarlett) Johansson menagih janji dari Marvel bahwa perilisan film tersebut akan menjadi ‘rilis teatrikal’,” klaim gugatan tersebut dikutip dari CNN.

“Seperti yang diketahui, (Scarlett) Johansson, Disney, Marvel, dan kebanyakan orang di Hollywood, ‘rilis teater’ adalah rilis yang ekslusif untuk bioskop. Disney sangat menyadari janji ini, tetapi mengarahkan Marvel untuk melanggar janjinya dan alih-alih merilis film di layanan streaming Disney+ pada hari yang sama saat dirilis di bioskop,” sambung gugatan itu.

Disney menanggapi gugatan tersebut dengan mengatakan bahwa tidak ada manfaat apapun dari tuntutan ini dan hal tersebut terasa menyedihkan, karena mengabaikan efek global yang mengerikan, serta bekerpanjangan dari pandemi Covid-19.

“Disney telah sepenuhnya mematuhi kontrak Scarlett Johansson dan lebih jauh lagi, perilisan ‘Black Widow’ di Disney+ dengan Premier Access telah secara signifikan meningkatkan pendapatannya untuk mendapatkan kompensasi tambahan selain USD 20 juta (Rp288 miliar) yang telah dia terima hingga saat ini,” jelas juru bicara Disney.

Gugatan ini muncul pada momen yang penting bagi Hollywood, karena pandemi telah menyebabkan sejumlah studio memilih untuk menayangkan filmnya di layanan streaming.

‘Black Widow’ yang rilis pada 9 Juli lalu, mendulang kesuksesan. Film tersebut menghasilkan USD 80 juta (Rp1,1 triliun) dalam pembukaannya di Amerika Utara dan USD 60 juta (Rp866 miliar) secara global dari Disney+.

TAGS:

Share This Story

RELATED STORIES

Loading interface...