Dituduh Jual Data Pengguna, Begini Penjelasan Zoom
Foto: Panopto.com
Technology

Dituduh Jual Data Pengguna, Begini Penjelasan Zoom

Rabu, 1 Apr 2020 | 18:44 | Khalied Malvino

Winnetnews.com - Platform video dan telekonferensi yang makin popular di tengah pandemi COVID-19, Zoom baru-baru ini mengungkapkan dalam postingan blognya bahwa perusahaan tidak pernah menjual data penggunanya.

Zoom sempat diberitakan mengirimkan data ke platorm raksasa Facebook secara diam-diam tanpa diketahui pengguna. Dilansir Cyberthreat.id, Rabu (1/4), fakta itu didapatkan dari analisis Motherboard yang menyebut Zoom bahkan mengirim data pengguna yang tidak menggunakan akses akun Facebook.

Setelah analisis Motherboard ramai dibicarakan, Zoom kemudian menghapus kode sumber (code source) yang menyinggung soal pengiriman data sekaligus memperbarui kebijakan privasinya.

Kepala Pejabat Legal Zoom, Aparna Bawa, mengatakan perusahaan tidak pernah menjual data pribadi pengguna.

"Kami tidak menjual data pribadi Anda. Apakah Anda seorang pebisnis atau sekolah atau pengguna individu, kami tidak menjual data Anda," kata Aparna Bawa, dilansir Ubergizmo, Rabu (1/3).

Bawa juga menyatakan pengguna layanan Zoom memiliki kendali atas pengaturan cookies dan data sensitif lainnya.

"Kami tidak menggunakan data yang kami peroleh dari penggunaan terhadap layanan kami, termasuk rapat Anda untuk iklan apapun. Kami menggunakan data yang kami peroleh ketika Anda mengunjungi situs web pemasaran kami, seperti zoom.us dan zoom.com. Anda memiliki kendali atas pengaturan cookie Anda sendiri ketika mengunjungi situs web pemasaran kami.”

Zoom juga menggunakan tools periklanan berstandar tertentu di situs pemasarannya dengan syarat pengguna mengizinkannya dalam preferensi cookies yang kemudian mengirimkan data pribadi ke penyedia tools seperti Google.

"Dan jika pengguna tidak mengizinkan akses tersebut, pengguna disarankan untuk mengunjungi tautan di bagian bawah situs pemasarannya yang bertuliskan Do Not Sell My Personal Information," kata Aparna,

Tombol "Do Not Dell My Personal Information" digunakan untuk mengubah Cookie pengguna sekaligus menyatakan pengguna tidak akan menggunakan alat iklan tersebut.

"Jika Anda memilih keluar, data pribadi yang digunakan oleh alat-alat ini tidak akan lagi dibagikan kepada pihak ketiga dengan cara yang merupakan "penjualan" sesuai regulasi California Consumer Privacy Act (CCPA)."

Zoom juga menuliskan pemberitahuan bahwa "semua rapat yang diadakan di Zoom tidak dipantau dan tidak disimpan kecuali pengguna memilih untuk menyimpannya di cloud perusahaan. Meskipun demikian, tetap ada sistem untuk mencegah akses yang tidak sah (peretasan)".

Sebelumnya, Jaksa Agung New York, Letitia James, mengirimkan surat kepada Zoom terkait dugaan praktik pelanggaran privasi dan keamanan datanya.

Pada hari Senin (30/3)) Kantor jaksa agung New York melalui surat resmi menanyakan kepada Zoom apakah perusahaan menerapkan langkah-langkah keamanan baru untuk menangani peningkatan lalu lintas di jaringannya.

"Termasuk untuk mendeteksi peretas dan kejahatan lainnya," tulis surat tersebut dilansir New York Times, Senin (30/3).

TAGS:
ZoomData PenggunaPlatformFacebookkode sumberkebijakan privasi

RELATED STORIES

Loading interface...