Djakarta Teater Platform 2020 Usung Tema 'JEDA'
Foto: Instagram/Dewan Kesenian Jakarta
Lifestyle

Djakarta Teater Platform 2020 Usung Tema 'JEDA'

Jumat, 20 Nov 2020 | 14:40 | Nurul Faradila

Winnetnews.com -  Dunia saat ini tengah menghadapi pandemi Covid-19, yang membuat banyak aspek kehidupan berubah. Kondisi ini juga dirasakan dalam seni pertunjukan, yang harus beradaptasi dengan situasi baru.

Tidak menyerah dengan kondisi yang tidak urung membaik, Komite Teater Dewan Kesenian Jakarta kembali menggelar Djakarta Teater Platform. Ini akan menjadi ruang pertemuan, pertukaran gagasan, distribusi perngathuan, dan medium penciptaan karya.

Kali ini, Djakarta Teater Platform 2020 mengusung tema ‘JEDA’. Kata Jeda merupakan situasi di mana kita menarik nafas, melakukan refleksi dan mempersiapkan apa yang akan dilakukan ke depannya.

Di Djakarta Teater Platform ‘JEDA’ 2020 ini, para seniman, penggiat teater, pengamat, produser hingga publik seni dapat memanfaatkan “momentum” untuk memperkuat jaringan dan kerja artistik. DTP tahun ini memiliki sejumlah program di antaranya Ruang Presentasi Proses Karya, Presentasi Karya Panggung Luar (On-Site), Diskusi buku (‘Drama Berakhir dengan Diskusi’ karya Wirtamo Soekito), dan Lokakarya Pencintaan Teater.

Menariknya Djakarta Teater Platform 2020 akan menghadirkan On-Site teater (karya panggung luar) yang dilakukan oleh Teater SIM dan Teater Ghanta. Kedua kelompok teater ini akan melakukan penampilan di dua lokasi yang berbeda.

Teater SIM di kawasan perumahan elit, sedangkan Teater Ghanta akan tampil di kawasan Kampung Pulo, Jakarta Timur, yang sering mengalami banjir. Di program ini, Teater SIM akan tampil dengan karya ‘Pembajakan Makan Malam’ dan Teater Ghanta dengan ‘Musim Ketiga: Tempat Terbaik di Dunia’.

Tak hanya itu, DTP 2020 juga akan ada pembuatan teater radio yang dilakukan oleh Unlogic Teater. Dina Febriana, sutradara Unlogic Theatre mengungkapkan ketertarikannya untuk memvisualisasikan kisah dan karakter melalui teater radio.

“Suara adalah visual dalam bentuk yang imajinatif. Bisa mengajak lebih dekat dengan aktor untuk berimajinasi lewat dialog, efek suara, dan musik,” kata Dina dalam konfrensi pers pada Jumat (20/11).

Melalui teater radio ini, Dina Febriana juga mengajak penonton untuk membayangkan sendiri cerita dan karakter yang sedang dimainkan.

Seluruh rangkaian program Djakarta Teater Platform ‘JEDA’ 2020 akan berlangsung secara daring dan luring mulai 21 November hingga 29 November 2020. Daring bisa disaksikan melalui kanal YouTube Dewan Kesenian Jakarta, sedangkan luring akan dilaksanakan di Humaark dan dilakukan sesuai dengan protokol kesehatan yang berlaku di masa pandemi.

TAGS:
Djakarta Teater PlatformTeaterLifestyle

RELATED STORIES

Loading interface...