Dunia Pendidikan Indonesia Kembali Tercoreng, Di Indramayu, Siswa SMP Dianiaya Kepala Sekolah

Gunawan Wibisono
Gunawan Wibisono

Dunia Pendidikan Indonesia Kembali Tercoreng, Di Indramayu, Siswa SMP Dianiaya Kepala Sekolah ilustrasi penganiayaan/foto: Istimewa

WinNetNews.com - Dunia pendidikan di Indonesia kembali tercoreng, seorang kepala sekolah di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 3 Balongan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, menganiaya muridnya yang sedang melakukan baris-berbaris.

Korban yang bernama Samroni itu dianiaya dengan cara dipukul, ditendang, dan ditampar. Orangtua korban yang mengetahui hal ini, tidak terima dan melapor ke polisi.

Dengan didampingi anggota DPRD Kabupaten Indramayu, orangtua dan korban kekerasan mendatangi sekolah SMP 3 Balongan.

Berdasarkan keterangan Samroni, kejadian itu berawal saat siswa tengah baris berbaris di lapangan saat jam pelajaran olahraga, tiba tiba sang kepala sekolah menghampiri korban dan langsung melakukan pemukulan, penamparan dan penendangan.

“Lagi berbaris tiba-tiba ditendang dan dipukul,” kata Samroni, Selasa (3/10/2017).

Akibat penganiayaan tersebut, korban mengalami luka lebam, sang orang tua langsung membawa sang anak ke puskesmas terdekat. Namun, saat media mengkonfirmasi kepada kepala sekolah, ia membantah atas tindakan kekerasan pemukulan dan penamparan terhadap siswanya.

Akibat insiden ini, pihak keluarga siswa mengancam kepala sekolah agar dipindahkan ke sekolah lain. Jika tidak ditangani, maka permasalahan ini akan dilaporkan ke pihak kepolisian.