Eks Ketua DPR Sebut Hendi Legowo
Kolonel Hendi Suhendi (kiri) legowo jabatannya dicopot karena ulah istrinya IPDN (kanan) yang menyindir kasus penusukan Wiranto. [Foto: Jawa Pos]
Nasional

Eks Ketua DPR Sebut Hendi Legowo

Senin, 14 Okt 2019 | 09:45 | Khalied Malvino

Winnetnews.com - Kolonel Kavaleri Hendi Suhendi mendapat apresiasi eks Ketua DPR, Marzuki Alie usai dicopot dari jabatannhya sebagai Komandan Distrik Militer (Dandim) 14/17 Kendari.

Hendi dicopot karena ulah istrinya yang menyindir kasus penusukan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Memkopolhukam) Wiranto di media sosial dan menjadi viral.

Melalui akun Twitternya, Marzuki Alie menyebut Hendi merupakan tentara yang lapang dada usai dicopot jabatannya, padahal Hendi baru menjabat sebagai Dandim selama tiba bulan menggantikan peran Letkol Fajar Lutvi Haris Wijaya.

Marzuki Alie juga membagikan foto kebersamaan Kolonel Hendi dan istrinya yang berinisal IPDN. Dalam keterangannya, mantan Ketua DPR itu menunjukkan kekagumannya dengan sikap Kolonel Hendi yang ikhlas melepas jabatannya, sebagai hukuman atas ulah istrinya yang menyindir kasus Wiranto di media sosial.

Mengutip Suara.com, ia menyebut tidak semua anggota TNI bisa bersikap seperti Kolonel Hendi yang tetap memafkan istrinya meski harus menanggung malu.

"Anda luar biasa, anda terima apapun keputusan atasan karena kesalahan istri yang nyinyir di medsos, anda juga tidak marah dengan istri, justru merangkul istri yang telah membuat anda dipecat. Tidak banyak anggota TNI seperti anda, anda dipermakukan, tapi anda legowo," tulis Marzuki Alie.

Untuk diketahui, Kolonel Hendi Suhendi diberhentikan karena unggahan istrinya di Facebook terkait insiden penusukan Menkopolhukam Wiranto di Pandeglang, Banten.

Hendi Suhendi mendadak diberhentikan dari jabatan karena melanggar Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2014 tentang Hukum Disiplin Militer.

Selain dijatuhi hukuman disiplin pemberhentian dari jabatan Kodim 1417 Kendari juga Hendi Suhendi diganjar sanksi militer berupa penahanan ringan selama 14 hari.

Sedangkan istri Kolonel Hendi berinisial IPDN yang melakukan unggahan melalui media sosial berkonsekuensi menjalani proses peradilan umum atas dugaan melanggar Undang-Undang Nomor 19 tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

TAGS:
Dandim KendariKolonel HendiWirantoMedia Sosial

RELATED STORIES

Loading interface...