Ekspor Mebel Tak Sanggup Bertahan Lawan Pandemi COVID-19, Ratusan Ribu Pekerja 'Dirumahkan'
Ilustrasi pekerja mebel. (Foto: Beta News)
Ekonomi dan Bisnis

Ekspor Mebel Tak Sanggup Bertahan Lawan Pandemi COVID-19, Ratusan Ribu Pekerja 'Dirumahkan'

Rabu, 13 Mei 2020 | 13:27 | Khalied Malvino

Winnetnews.com - Industri mebel dan kerajinan dalam tekanan pasca terkena dampak pandemi virus corona atau COVID-19. Virus corona memperparah pukulan terhadap kinerja ekspor mebel yang terus turun dan serbuan mebel impor yang terjadi.

Ketua Umum Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI), Sunoto mengatakan, pada April 2020 saja sudah ada 280 ribu pekerja yang kena imbas Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dan dirumahkan karena dampak pandemi, bahkan jumlahnya terus bertambah. Total pekerja di sektor ini kurang lebih 2 juta lebih.

"Ada yang PHK dan ada yang merumahkan, jumlahnya terus bertambah," katanya dikutip CNBCIndonesia.com, Rabu (13/5).

Ia mengatakan, apa yang terjadi pada industri mebel menambah pengangguran di Indonesia. Pengusaha mebel yang sudah tak dapat pemasukan tentu kesulitan membayar gaji pekerjanya, sehingga merumahkan dan PHK karyawan jadi pilihan.

"Cashflow sudah rusak, kita sudah menjual segala macam, gajian harus jalan, kalau mau tegas, stimulus 5-6 bulan gaji, sekitar 7 bulan termasuk THR," katanya.

Sunoto mengaku, sempat ditanya pemerintah soal stimulus apa yang bisa diberikan. Menurutnya, stimulus langsung ke pengusaha dalam bentuk uang tunai sangat diperlukan untuk menggaji para pekerja terdampak pandemi virus corona.

Ia memperkirakan stimulus yang diperlukan bagi sektor ini selama 6 bulan untuk bisa bertahan sedikitnya Rp 4 triliun, yang fokus untuk membayar gaji dan THR pekerja.

TAGS:
mebelvirus coronakinerja ekspor mebelPekerjaphk

RELATED STORIES

Loading interface...