Empat Mahasiswa Ditahan Terkait Terorisme
Ilustrasi penangkapan/Foto: Istimewa
News

Empat Mahasiswa Ditahan Terkait Terorisme

Kamis, 6 Jul 2017 | 10:24 | Zulkarnain Harahap

WinNetNews.com - Pihak berwenang melaporkan telah menahan empat mahasiswa sejak awal Juni lalu. Kabar penangkapan ini pertama kali diperoleh kedutaan Besar Indonesia di Kairo pada 6 Juni lalu melalui Hotline KBRI, dari salah satu mahasiwa yang ditahan yakni Rifai Mujahidin al Haq, mahasiswa Al-Azhar yang berasal dari Balikpapan. Rifai ditahan bersama dua temannya yakni Adi Kurniawan asal Bandung, dan Achmad Affandy Abdul Muis dari Lampung.

“Sehari setelah mengetahui informasi secara informal, maka pada 7 Juni, KBRI telah melakukan kunjungan ke Kantor Polisi Resor Samanud bersama pengacara dan menyerahkan kelengkapan data-data para mahasiswa seperti paspor dan izin tinggal yang masih berlaku,” dikutip dari situs resmi KBRI di Kairo, Kamis (06/07/2017).

“Tapi, pihak Reserse Kriminal Kepolisian Samanud tidak dapat memutuskan pembebasan penahanan tiga orang mahasiswa karena masalah ini telah dilimpahkan dan diproses penyelesaiannya oleh pihak Keamanan Nasional,” sampai pernyataan itu.

Tidak sampai disitu, KBRI Kairo pun telah mencoba menghubungi Keamanan Nasional yang mengurusi masalah kedutaan asing di Mesir. Tapi, pihak Keamanan Nasional mengaku tidak memiliki informasi terkait penangkapan mahasiswa Indonesia tersebut.

Penangkapan ketiga mahasiswa RI itu bermula saat mereka hendak membeli bahan makanan untuk berbuka puasa di pasar. Menurut sejumlah teman ketiga mahasiswa itu, mereka tiba-tiba didatangi oleh polisi yang segera membawa mereka ke kantor. Padahal, ketiganya telah menunjukan paspor asli lengkap dengan izin tinggal dan kartu identitas mahasiswa.

“Menurut informasi dari seorang mahasiswa yang berada di Kota Samanud penangkapan tersebut dilakukan oleh polisi saat melakukan razia dan menangkap beberapa orang baik warga Mesir maupun WNA lainnya termasuk WNI yg dicurigai terlibat gerakan radikalisme,” kata KBRI Kairo.

Di tempat terpisah, pada pertengahan Juni KBRI Kairo juga menerima laporan bahwa mahasiswa Indonesia lainnya yakni Mufqi Al Banna ditahan di Polsek Aga Provinsi El Dakahlia, sekitar 15 KM dari Kota Mansourah. Mufqi ditangkap dengan alasan serupa.

“Kapolsek Aga menyampaikan bahwa telah ada keputusan Menteri Dalam Negeri Mesir yang bersifat final dan bahwa empat mahasiswa tersebut akan dideportasi ke Indonesia dalam waktu dekat dengan alasan ‘keamanan setempat’ meski keempat mahasiswa tersebut memiliki izin tinggal resmi dan valid serta terdaftar sebagai mahasiswa di Al Azhar,” tutur pernyataan KBRI.

TAGS:
Mahasiswa IndonesiatertangkapradikalismemesirKBRIAl Azhar

RELATED STORIES

Loading interface...