Fahri Hamzah Kritik Sikap TNI: Kalau Saya Menhan, Ini Adalah 'Lampu Kuning'

Anggara Putera Utama

Dipublikasikan setahun yang lalu • Bacaan 2 Menit

Fahri Hamzah Kritik Sikap TNI: Kalau Saya Menhan, Ini Adalah 'Lampu Kuning'
Foto: Kompas.com

Winnetnews.com -  Wakil Ketua Umum Partai Gelora Fahri Hamzah ikut menyoroti sikap Tentara Nasional Indonesia (TNI) belakangan ini, terlebih terkait dengan Pangdam Jaya, Mayjen TNI Dudung Abdurachman yang memberi arahan untuk menurunkan baliho bergambar Habib Rizieq Shihab.

Pencopotan baliho tersebut mendapat kontroversi di masyarakat. Beberapa orang mengapresiasi, beberapa yang lain ada yang menyayangkan.

Fahri Hamzah lewat cuitan di akun Twitternya menilai sikap TNI tersebut adalah  upaya untuk kembali ke ranah sipil.

"Sejak konfrensi pers panglima TNI kemarin dan tindakan offside pangdam jaya itu tidak saja melukai nilai2 dasar kelahiran TNI sebagai tentara rakyat tapi juga sumpah prajurit dan sapta marga. TNI jarus berada di luar politik dan menghormati hukum. Hukum negara bukan hukum rimba," cuit Fahri.

Fahri juga menilai TNI seharusnya ada unuk kepentingan rakyat dan membantu jika suatu daerah terkena bencana, bukan menabrak rambu-rambu militer dalam demokrasi.

"Kalau saya jadi menhan, ini adalah “lampu kuning” ditabraknya rambu2 militer dalam demokrasi. TNI harus ngerti bahwa tugas dia di tengah rakyat adalah memelihara perdamaian. Sebagaimana militer berperang bukan untuk membunuh lawan tapi untuk menjaga perdamaian," cuit Fahri.

Mantan Wakil Ketua DPR RI tersebut juga menyoroti semboyan 'TNI dan Polri Bersatu' yang bukan dalam ranah tugasnya dan hal itu cukup ia sayangkan.

"Saya gak paham sih, setelah 20 tahun lebih reformaai kita tiba2 muncul pejabat militer masuk dalam demarkasi pengelolaan negara sipil ini. Dugaan saya karena “TNI dan POLRI bersatu telah dimaknai sebagai bersatunya fungsi”. Tentu kita sayangkan dan cukup menyedihkan," tulis Fahri.

Fahri mengaku mendukung semboyan tersebut, namun menolak tugas TNI yang sama dengan Polri.

"Kita dukung semboyan “TNI dan POLRI bersatu”. Tapi kita pasti harus menolak tugas TNI sama dengan POLRI. Kita jangan lupa sejarah. Kita telah mengoreksi ABRI dan mengeluarkan POLRI dari-nya. Indonesia adalah negara hukum dan dikelola secara sipil. Militerisme masa lalu," cuit Fahri.

TAGS:

Share This Story

RELATED STORIES

Loading interface...