Fakta Dibalik Seruan FPI Untuk Boikot Media Sosial
sumber foto : IDN Times/Vanny El Rahman
News

Fakta Dibalik Seruan FPI Untuk Boikot Media Sosial

Sabtu, 23 Des 2017 | 12:28 | Oky

Winnetnews.com - Sekjen DPP Front Pembela Islam (FPI) DKI Jakarta Novel Bamukmin mengimbau kepada alumni Aksi 212 dan anggota FPI, agar meliburkan diri atau tidak menggunakan media sosial pada 25 Desember mendatang, tepat pada perayaan Natal.

"Kita akan berlibur bermedos ria, libur enggak makai Facebook, Twitter, dan lain-lain, semua kita libur. Kita boikot untuk libur," ujar Novel, Jumat (22/12). 

1. Imbuan bukan resmi dari FPI 

Novel menjelaskan imbauan ini secara resmi dari DPP FPI tidak ada. Dia hanya mengimbau secara pribadi agar alumni Aksi 212 dan anggota FPI berlibur menggunakan medsos.

"Kalau secara resmi enggak ada dari DPP (FPI), tapi ini gerakan saya di presidum (Aksi 212). Kita libur menggunakan medsos, sah-sah saja kan kalau kita libur? Kalau kita mengajak di luar presidium semangat seperti 212, semangat juga mengimbau, mengajak seluruhnya untuk libur menggunakan medsos ria," ujar dia.

2. Mengingatkan umat Muslim bahwa media sosial akan musnah

Novel menyebutkan tujuan berlibur menggunakan medsos ini tak lain untuk mengingatkan umat Muslim, bahwa pada saatnya teknologi, termasuk media sosial akan hilang. 

"Jadi kita pengin mengingatan bahwa kita tanpa medsos masih bisa eksis. Karena tempat kita umat Islam bukan hanya di medos, kita punya tablig, mimbar, masjid, musala. Ujung tombak kita masjid ke masjid. Karena pada saatnya medsos akan lumpuh," tegas dia. 

3. Bentuk protes ketidakadilan 

Selain itu, Kepala Humas Panitia Reuni Alumni 212 itu juga menyebutkan, aksi boikot ini sebagai bentuk protes kepada pihak-pihak terkait yang telah memblokir medsos yang terafiliasi dengan FPI.

"Kita memberikan perlawanan pada mereka, jangan semena-mena pada umat Islam, agar medsos yang hoax juga diblokir, jangan cuma FPI doang. Yang menyebar LGBT, yang mengiklankan prostitusi, yang membuat kemungkaran diboikot juga. Jadi kami minta keadilan kepada orang-orang yang berperan di medsos," kata dia.

4. Aksi protes kebijakan Donald Trump terhadap Yerusalem

Aksi boikot media sosial, kata Novel, juga bagian dari protes terhadap kebijakan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump atas pengakuan sepihak Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.

"Iya bagian dari Palestina, ini suntuk aksi kemanusiaan. Karena FPI adalah konsisten melawan terhadap kemungkaran. Kita bukan provokasi, kita memboikot dengan cara mengajak libur menggunakan medsos," Novel menandaskan.

Sedangkan, Juru Bicara FPI Slamet Maarif mengaku tidak tahu aksi boikot media sosial pada saat Natal. "Enggak tahu saya malah, nanti saya koordinasi dulu," ujar dia saat dikonfiramasi IDN Times. 

Sementara, dari penelusuran, tidak ditemukan akun FPI di Facebook. Yang ada hanya beberapa perkumpulan anti-ormas Islam tersebut.

TAGS:
FPIFacebooksocial mediaboikot

RELATED STORIES

Loading interface...