Fakta Jaksa Pinangki: Harta Miliaran, Operasi Plastik hingga Ratusan Juta
Foto: detikcom
Nasional

Fakta Jaksa Pinangki: Harta Miliaran, Operasi Plastik hingga Ratusan Juta

Jumat, 28 Agt 2020 | 08:55 | Anggara Putera Utama

Winnetnews.com -  Nama Jaksa Pinagki belakangan mencuat ke pulbik karena keterlibatannya dalam kasus Djoko Tjandra. Ia saat ini tengah menjalani penyelidikan karena dugaan menerima suap mobil BMW dan dijanjikan uang miliaran rupiah jika berhasil melepas Djoko Tjandra.

Walaupun saat ini berstatus sebagai PNS dan Jaksa Muda di Kejaksaan Agung, Pinangki diketahui memiliki harta sebanyak  Rp6,8 miliar. Jika dihitung, gajinya sebagai jaksa tak lebih dari Rp9 juta.

Berdasarkan laporan LHKPN, Pinangki memiliki aset dua bidang tanah dan bangunan di  Bogor, juga punya sebidang tanah di Jakarta Barat.

Di Bogor, Pinangki memiliki tanah dan bangunan seluas 364 m2/234 m2 dengan capaian nilai hingga Rp4 miliar dan juga seluas 120 m2/72 m2 senilai Rp750 juta. Selain itu di Jakarta, Pinangki memiliki tanah dan bangunan seluas 500 m2/360 m2 di Jakarta Barat senilai Rp1,2 miliar alias Rp1.258.500.000.

Jika seluruh aset tanahnya itu ditotal, Piangnki memiliki kekayaan sebesar Rp6.008.500.000. Harta kekayaan berupa tanah dan bangunan tersebut merupakan mayoritas dari harta yang ia memiliki atau sebesar 88%.

Harta di luar itu kekayaan Piangnkui berasal dari aset lain berupa tiga unit kendaraan roda empat senilai Rp630 juta. Sedangkan, kekayaan lainnya ia simpan dalam Kas atau Setara Kas sebesar Rp200 juta.

Pinangki diketahui juga beberapa kali kedapatan memamerkan kekayaannya di media sosial, seperti memperlihatkan betapa glamornya dandanan yang ia gunakan. Ia juga sempat berfoto di luar negera, bahkan sempat diduga pergi ke luar negeri sembilan kali untuk bertemu Djoko Tjandra yang ketika itu berstatus bruon. Akibat dugaan tersebut, kini Pinangki terseret dan kehilangan posisinya di Kejagung.

Di samping itu, Pinangki juga sempat memamerkan dirinya menjalani operasi plastik di Amerika Serikat yang disebut-sebut biayanya mencapai  Rp100 juta sampai Rp400 juta. Gaya hidup tersebut jelas terlampau mewah untuk ukuran seorang jaksa.

Ia harus dicopot dari jabatannya sebagai Kepala Sub-Bagian Pemantauan dan Evaluasi II pada Biro Perencanaan Jaksa Agung Muda Pembinaan. Meski begitu, pencopotannya itu tidak ada kaitannya sama sekali terkait dengan kasus Djoko Tjandra.

Pinangki dicopot karena kedapatan melakukan perjalanan ke luar negeri sebanyak sembilan kali tanpa izin. Ia bepergian sepanjang 2019 tanpa izin pimpinan instansinya, padahal ia berstatus pegawai negeri.

TAGS:
jaksa pinangkiDjoko Tjandra

RELATED STORIES

Loading interface...