Fakta Soal Pembuata Video Dewasa JAV yang Harus Kamu Tau
Sumber Foto : Istimewa
Edukasi Umum

Fakta Soal Pembuata Video Dewasa JAV yang Harus Kamu Tau

Senin, 12 Nov 2018 | 19:03 | Oky

Winnetnews.com - Siapa disini yang suka nonton film porno hayooo? Pasti yang baca arikel ini banyak deh yang pernah nonton film porno.

Semakin canggihnya teknologi penyebaran media dan kemudahan mengakses sesuatu di era sekarang, membuat industri film dewasa jadi semakin mewabah dan banyak.

Tapi dari sekian banyak perusahaan video dewasa, ada satu perusahaan yang namanya adalah JAV (Japanese Adult Video) yang sudah banyak dikenal di seluruh dunia karena menyediakan video dewasa yang isinya adalah wanita cantik dari negara Jepang.

Jika di video-video yang diproduksi itu banyak yang berdurasi satu jam bahkan hingga dua jam, juga disertakan dengan cerita yang tentunya membuat film tersebut jadi semakin menarik lagi bagi para penonton setia JAV.

Namun dibalik itu semua, ada fakta yang jarang diketahui oleh para penonton film porno. Fakta apa saja itu? yuk dicek disini.

  • Adegan Bercinta Sudah Diatur dan Diarahkan

Bagi para penonton setia film dewasa, film yang memiliki alur cerita akan lebih menarik dibandingkan film yang hanya menampilkan adegan berhubungan intim secara langsung. Adegan yang dibuat pun disetting sedemikian rupa agar terlihat menarik para penonton.

  • Pemain Tidak Benar-benar Bisa "Tahan Lama"

Kalo melihat film porno yang beredar, para pemain selalu terlihat tidak mudah lelah dan juga bisa tahan lama selama durasi panjang film tersebut tanpa merasa capek atau terjadi ejakulasi yang cepat. Pasti banyak yang berpikir kalau memang mereka yang bermain film porno adalah mereka yang memang punya kelebihan, bahkan ada yang beranggapan kalau mereka menggunakan obat atau terapis medis yang membuat mereka jadi semakin kuat.

Tapi yang terjadi sebenarnya adalah mereka melakukan teknik rekayasa yang biasa dilakukan oleh para pembuat film yaitu cut-scene, editing hingga 'take-action'. Mereka melakukan perframe yang nantinya akan digabungkan sampai jadi sebuah film yang utuh berdurasi panjang

  • Tetap Harus Disensor

Minna-san di rumah mesti tahu, bahwa walaupun Jepang telah melegalkan industri film dewasa, akan tetapi ada peraturan pemerintah yang diberlakukan dan harus dipatuhi bagi para pebisnis hiburan panas. Lucunya, ada peraturan soal sensor dalam dunia produksi video porno. Jika Akiba-chan dan Akiba-kei ingin tahu, salah satu peraturan sensor dalam pembuatan blue film di Jepang adalah penyensoran di bagian alat vital pria. Entah apa alasannya, akan tetapi detail ‘burung’ milik pemain laki-laki tidak boleh dipertontonkan secara langsung.

Ya, peraturan sensor ini merupakan kebudayaan Jepang zaman dahulu yang dipertahankan pemerintah hingga sekarang. Konon, industri film dewasa asal Negeri Bunga Sakura telah ada sejak lama sekali. Oleh karena itu, penyensoran terhadap detail alat kelamin pria dianggap sebagai penghormatan terhadap nilai-nilai moral dari leluhur mereka. Untuk sanksi sendiri, Jepang tidak main-main dalam menegakkan peraturan satu ini. Pemerintah mengancam para oknum yang melanggar dengan denda miliaran rupiah, penutupan perusahaan, bahkan sampai kurungan penjara selama puluhan tahun.

  • Jepang Melegalkan Industri Film Dewasa

Industri film dewasa memang legal di Jepang. Bahkan, sekarang ini perusahaan-perusahaan yang bergulat di bidang blue film dan sejenisnya sedang gencar merekrut anggota baru. Aktris dan aktor muda yang berbakat akan dikontrak untuk menjalankan sebuah proyek video porno sesuai arahan mereka. Target pun telah ditetapkan, para pemain diharapkan dapat memenuhi keinginan perusahaan yang terikat kontrak. Untuk dapat menjadi pegawai di sana, bahkan seseorang menjalani berbagai tes seperti akan melamar kerja pada umimnya. Syarat-syarat formal seperti ijazah, sertifikat pendukung, surat-surat, nilai, dan pengalaman pula akan ditanyakan. Legalnya industri film dewasa oleh pemerintah Jepang sendiri tidak saja menuai pro-kontra dari dalam negeri, akan tetapi juga dari negara-negara lain. Banyak reaksi yang diterima oleh Negeri Bunga Sakura itu. Mulai dari dukungan, kritik, saran, hingga kecaman. Beberapa bahkan secara terang-terangan mengirim surat terbuka kepada PBB atas kebijakan Jepang tersebut. Meski begitu, Negeri Matahari Terbit tetap melaksanakan kebijakannya dalam melegalkan industri porno. Pemerintah mengatakan telah benar-benar menimbang serta melihat dari berbagai segi. Mulai dari efek buruk, hingga keuntungan yang ditimbulkan dari kebijakan legalnya produksi film porno terhadap negerinya, juga negara lain.

  • Kasus Pemerkosaan Rendah

Fakta yang terakhir ini adalah yang patut kita apresiasi, Minna-san. Meski Jepang telah melegalkan industri film dewasa dan dibuka banyak lowongan kerja sebagai pemeran porno, serta tingkat persentase remaja yang melakukan hubungan seksual sebelum menikah itu tinggi, tidak menjadikan Jepang sebagai negara yang memiliki banyak kasus pemerkosaan. Berdasarkan informasi yang didapat, perbandingan kasus pemerkosaan yang dialami orang Indonesia dan orang Jepang adalah 1:55. Artinya, jika di Jepang ada satu orang yang mendapat tindak pelecehan seksual, maka di Indonesia akan ada 55 orang yang mengalami hal tersebut. Perkara ini tentu membuat siapa pun merasa ironis.

  • Banyak Pengidap HIV dan Aids dari Kalangan Homoseksual

Dilansir dari globalvoice.org, tingkat pengidap HIV dan Aids meningkat drastis di Jepang datang bukan dari kalangan heteroseksual, melainkan kebanyakan dari homoseksual dan biseksual. Persentase paling parah dan telah mencapai taraf mengkhawatirkan adalah pada tahun 2008 lalu. Statistik yang dilaporkan United Nations Programme on HIV/AIDS (UNAIDS) begitu menakutkan bagi para warga yang tinggal di Jepang, yakni sebanyak 432 orang didiagnosis HIV dan 1113 orang HIV positif.

Setelah pemerintah melakukan penanganan terhadap masalah ini, seperti penyuluhan masyarakat, menggerakan organisasi seperti WADS serta JFAP untuk memberi kesadaran tentang bahaya seks bebas, tingkat persentase pengidap penyakit ini berhasil diturunkan secara drastis di tahun selanjutnya, 2009, yakni sebanyak 249 orang didiagniosis HIV+ dan 124 didiagnosis AIDS. Orang-orang yang tinggal Jepang akhirnya bisa lebih merasa aman. Industri film dewasa asal Negeri Bunga Sakura itu kemudian lebih ketat melakukan penyeleksian aktor dan aktris baru, terutama dalam hal kesehatan fisik.

TAGS:
JAVfilm pornofilm dewasahivaidsJepang

RELATED STORIES

Loading interface...