Fasilitas Uang Muka Mobil untuk Anggota DPR, Haris Azhar: Tidak Pantas!
Foto: Tribunnews.com
Nasional

Fasilitas Uang Muka Mobil untuk Anggota DPR, Haris Azhar: Tidak Pantas!

Kamis, 9 Apr 2020 | 10:30 | Anggara Putra Utama

Winnetnews.com -  Aktivis dan pendiri Lokataru, Haris Azhar, menanggap pemberian uang muka ratusan juta ke seluruh anggota DPR RI untuk pembelian kendaraan tidak pantas. Terlebih jika dilakukan di tengah pandemi virus corona atau covid-19.

Menurutnya, pandemi corona Indonesia membuat sejumlah masyarakat kesulitan mendapatkan pendapatan hingga kehilangan pekerjaan.

Haris menilai anggaran yang dikeluarkan hanya untuk pembelian mobil bagi anggota DPR RI tersebut menyangkut sensibilitas para pejabat terhadap kondisi pandemi Covid-19 di tanah air.

"Ini soal sensibilitas pejabat terhadap kondisi wabah Corona dan soal sensibilitas pada hutang negara. Jelas-jelas negara baru umumkan sudah berhutang lagi, kok malah ada anggota DPR habis habiskan uang negara," kata Haris dikutip dari Suara.com

Haris menambahkan, hampir seluruh politkus yang jadi anggota DPR merupakan orang kaya dan pemberian dana tersebut sangat tidak pantas.

"Kalau ada anggota DPR yang ke kantor naik ojek, bolehlah dibelikan mobil. Tapi setahu saya anggota DPR mah kaya-kaya," ucapnya.

Sebelumnya ramai beredar sebuah surat yang dibuat Sekretariat Jenderal dan Badan Keahlian DPR RI mendadak jadi perbincangan hangat di media sosial Twitter. Pasalnya, surat itu berisikan aturan pembayaran uang muka pembelian kendaraan bagi anggota DPR RI sebesar Rp 116.650.000.

Surat dengan nomor J/8424/Setjen dan BK DPR RI/PK.02/2020 tersebt diteken oleh Sekretaris Jenderal DPR RI Indra Iskandar, Senin, 6 Maret 2020 dan ditujukan bagi seluruh anggota DPR RI.

Surat tersebut juga mengacu pada Pasal 2 ayat 2 Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 68 Tahun 2010 tentang Pemberian Fasilitas Uang Muka Bagi Pejabat Negara pada Lembaga Negara Untuk Pembelian Kendaraan Perorangan.

Menanggapi hal tersebut, Sekjen DPR Indra Iskandar menyebut anggaran uang muka tersebut kini ditunda dan  dialihkan untuk penanganan penyebaran virus Corona (COVID-19).

"Anggarannya dialihkan untuk program lain, khususnya penanganan COVID-19," kata Indra.

Ia kemudian menjelaskan, uang muka pembelian mobil tersebut ditunda. "Itu sudah di-pending. Belum diputuskan (kapan akan ditransfer)," lanjutnya.

TAGS:
Haris AzharDPR RIuang muka mobil dpr

RELATED STORIES

Loading interface...