Firli Bahuri: Sama Seperti Komunis, Korupsi Harus Dibasmi Sampai ke Akarnya!

Anggara Putera Utama

Dipublikasikan 2 bulan yang lalu • Bacaan 2 Menit

Firli Bahuri: Sama Seperti Komunis, Korupsi Harus Dibasmi Sampai ke Akarnya!
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri

Winnetnews.com -  Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri menilai komunis dan korupsi memiki kesamaan, yakni sama-sama memiliki bahaya laten yang dapat merusak kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Dalam catatan sejarah, laten komunis yang dibiarkan dapat merubah sikap, perilaku dan paradigma seseorang hingga kehilangan akal dan nilai-nilai kemanusiaan sebagai manusia, hingga tega melakukan sesuatu hal yang keji dan pilu di luar batas peri kemanusiaan,” ujar Firli, Kamis (30/9).

Sementara korupsi, menurut Firli adalah contoh nyata sebuah laten yang awalnya tersembunyi namun sekarang malah dianggap sebagai sebuah budaya hingga kebiasaan. Ia mengatakan jika perilaku itu terus dibiarkan akan merusak sendi perkonomian dan tatanan kehidupan bernegara.

“Tidak ada kata lain, laten korupsi yang telah berurat akar di republik ini, harus dibasmi tumpas mulai jantung hingga akar-akarnya sampai tuntas dan tidak berbekas,” ucapnya.

Sama seperti bahaya laten komunis, Firli menilai pemberantasan korupsi membutuhkan peran dari seluruh elemen bangsa dan negara. Menurutnya, KPK sebagai ujung tombak pemberantasan korupsi harus terbebas dari paham yang bertentangan dengan NKRI, falsafah Pancasila, UUD 1945 dan nilai-nilai kebangsaan lainnya.

“Sebagai abdi negara, segenap insan KPK wajib 'Merah Putih', setia mengabdi kepada NKRI, bukan laten atau kepada paham-paham tertentu, tegak lurus dengan undang-undang, hukum dan peraturan yang berlaku, fokus dalam jihad menumpas korupsi yang kami pandang bukan sekedar tugas atau kewajiban semata namun ladang amal sebagai bekal di akhirat nanti, sekaligus mewujudkan tujuan berbangsa dan bernegara, sebagaimana tercantum dalam mukadimah UUD 1945,” tegasnya.

Memberantas korupsi, lanjut Firlu merupakan upaya untuk mewujudkan kemakmuran dan kesejahteraan segenap bangsa dan rakyat Indonesia.

“Melihat destruktifnya dampak korupsi, kami memandang kejahatan kemanusiaan ini lebih keji dari laten apapun yang pernah ada di bumi pertiwi, karena siapapun yang menganut paham laten korupsi, jelas telah menghilangkan sisi-sisi kemanusiaan pada dirinya, telah mengingkari nilai-nilai agama dan ketuhanan yang dipercayainya dan yang pasti telah mengkhianati bangsa serta negaranya,” sambungnya.

“Mari, kita jadikan momentum peringatan tragedi berdarah G30S PKI, untuk menggelorakan selalu semangat dan Ruh kesetiasn kepada Pancasila, Undang Undang Dasar Negara RI tahun 1945, NKRI, dan Pemerintah yang Sah serta menumbuhsuburkan semangat Bhineka Tunggal Ika dan nilai budaya ANTIKORUPSI dalam menumpas laten korupsi yang terlanjur menggurita di republik ini, untuk mewujudkan cita-cita, mimpi dan impian Indonesia yang melindungi segenap bangsa indonesia dan srluruh tumpah darah Indonesia , Indonesia sejahtera, indonesia yg adil dan Makmur, Indonesia Damai dan Berkeadilan, yang dapat kita raih apabila NKRI benar-benar lepas dari laten korupsi,” ajak Firli.

TAGS:

Share This Story

RELATED STORIES

Loading interface...