Game Pokemon Go dituding hina korban genosida di Kamboja
Internasional

Game Pokemon Go dituding hina korban genosida di Kamboja

Kamis, 11 Agt 2016 | 17:56 | Rike
WinNetNews.com-Kontroversi game Pokemon Go terjadi lagi, kali ini di Kamboja, usai orang-orang terlihat memainkannya game yang saat ini tengah populer itu di salah satu penjara yang terkenal paling mengerikan di negara tersebut.

Kurang lebih 15.000 tahanan diyakini disiksa sampai mati di Museum Genosida Tuol Sleng selama rezim Khmer Merah. Mereka yang selamat atau penyintas dari rezim Khmer Merah mengatakan bermain game di wilayah yang saat ini terbuka untuk pengunjung itu, adalah sebuah penghinaan. Game Pokemon Go diluncurkan di sejumlah negara Asia Tenggara akhir pekan lalu. Permainan ini sebelumnya tercatat sukses besar di beberapa negara.

Khmer Merah, merupakan rezim yang berkuasa pada tahun 1975-1979, dimana telah menelan nyawa hingga dua juta orang, salah satu pembunuhan massal terburuk abad ke-20. Foto-foto para korban yang dibawa ke penjara Tuol Sleng di Phnom Penh - atau dikenal sebagai S-21 - sekarang dipamerkan di kamar tempat dulu mereka disiksa. Pejabat dan pemandu wisata menyebut kepada media lokal bahwa mereka telah memergoki banyak orang yang terlihat bermain Pokemon Go di dalam kawasan penjara tersebut.Bou Meng, 76, salah satu dari segelintir orang untuk bertahan hidup dari kejadian di Tuol Sleng, mengungkapkan kepada kantor berita AFP: "Ini adalah tempat penderitaan, hal ini tidak tepat untuk bermain game di sana.

"Ini adalah tindakan menghina jiwa-jiwa para korban yang meninggal di sana," ucapnya. Dia menyerukan supaya museum genosida itu dikeluarkan dari peta permainan Pokemon Go.

TAGS:

RELATED STORIES

Loading interface...