Garuda Indonesia Tunjuk Iwan Juniarto Pimpin GMF Aeroasia
Foto bersama jajaran direksi dan Direktur Utama GMF/Dokumentasi Humas Garuda Indonesia
News

Garuda Indonesia Tunjuk Iwan Juniarto Pimpin GMF Aeroasia

Jumat, 5 Mei 2017 | 17:32 | Zulkarnain Harahap

WinNetNews.com - Maskapai flag carrier Indonesia menunjuk Iwan Joeniarto sebagai Direktur Utama PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia (GMF) yang baru menggantikan Juliandra Nurtjahjo yang mendapatkan penugasan sebagai Direktur Utama Citilink Indonesia pada Maret 2017.

Acara pelantikan Iwan Joeniarto diikuti dengan pelantikan dewan komisaris dan direksi GMF yang dipimpin langsung Direktur Utama Garuda Indonesia Pahala N Mansury di Hangar 4 GMF Cengkareng, Jumat (05/05/2017).

Iwan Juniarto sebelumnya menjabat Direktur Teknik dan Teknologi Informasi Garuda Indonesia sekaligus komisaris utama GMF. Iwan yang merupakan pejabat karir Garuda Indonesia dan GMF ini juga pernah memegang posisi Direktur Line Operation, VP Base Maintenance dan GM Base Maintenance Planning & Control di GMF.

Direktur Utama Garuda Indonesia, Pahala N. Masyuri dalam sambutannya mengatakan, GMF memegang peranan penting di lingkungan Garuda Indonesia Group khususnya dalam mendukung operasional Garuda.Peningkatkan kualitas pelayanan GMF terhadap Garuda Indonesia Group dan juga seluruh customer GMF baik dari dalam maupun luar negeri menjadi suatu hal yang mutlak harus terus ditingkatkan.

“Saya berharap dengan ditunjuknya direktur utama yang baru, GMF dapat terus melanjutkan program-program yang sudah dicanangkan manajemen sebelumnya," kata Pahala.

Lebih jauh Pahala mengatakan bahwa GMF ditargetkan meraih pendapatan sebesar 454 juta dolar AS dengan Nett Profit Margin sebesar 69 juta dolar yang notabene mengalami peningkatan setelah ditahun 2016 lalu menghasilkan 387 juta dolardengan Nett Profit Margin sebesar 58 juta dolar.

“Tantangan ini merupakan perhatian pengurus perusahaan kepada perkembangan bisnis GMF yang cukup signifikan. Apalagi GMF juga ditargetkan pada kuartal tiga tahun ini bisa melakukan IPO,"katanya.

Penunjukan jajaran pimpinan dan pengawas GMF tersebut didasari hasil keputusan pemegang saham diluar RUPS GMF pada tanggal 2 Mei 2017 lalu.

Adapun susunan Direksi dan Komisaris GMF adalah sebagai berikut:

Direksi GMF :

Direktur Utama : Iwan Joeniarto

Direktur Human Capital & Corporate Affairs : Harkandri M. Dahler

Direktur Base Operation : I Wayan Susena

Direktur Keuangan : Insan Nur Cahyo

Direktur Line Operation : Tazar Marta Kurniawan

Dewan Komisaris GMF :

Komisaris Utama : Helmi Imam Satriyono

Komisaris : Puji Nur Handayani

Komisaris : Moh. Alwi

Pada kuartal ketiga tahun 2017 ini, GMF juga menargetkan melepas saham perdananya kepada publik. Diperkuat izin prinsip untuk ‘Go Public’ dari pemegang saham, GMF terus melanjutkan proses persiapan menuju Initial Public Offering (IPO).

Pahala mengatakan bahwa green light untuk IPO ini harus bisa dieksekusi dengan baik. Susunan komisaris dan direksi yang ada saat ini diharapkan bisa mengawal proses IPO dengan baik.

Sementara itu, Direktur Utama GMF yang baru, Iwan Joeniarto mengatakan, penunjukkannyasebagai Direktur Utama GMF AeroAsia merupakan suatu kehormatan dan tanggung jawab yangbesar sehingga dirinya akan berusaha untuk memberikan yang terbaik.

“Ini merupakan amanah besar sekaligus tantangan mengingat posisi GMF saat ini berada di posisi yang cukup matang. Dukungan terhadap Garuda Indonesia Group dan fokus terhadap pengembangan bisnis menjadi hal utama yang akan dilakukan,” kata Iwan.

Iwan menambahkan bahwa saat ini GMF tengah berusaha mencapai visinya menjadi Top 10 MRO in The World di tahun 2020, dengan berbagai strategi yang dilakukan melalui 3 pilar utama yaitu Human Centric, Business Expansion, dan Technology Driven.

Saat ini, GMF telah mendapat Certificate of Approval dari DKPPU (Direktorat Kelaikan Udara dan Pengoperasian Pesawat Udara) Kementrian Perhubungan RI, Federal Aviation Administration (FAA – Amerika), European Aviation Safety Agency (EASA – Eropa), Civil Aviation Security Authority (CASA – Australia) serta lebih dari 25 negara lain di dunia. Pada tahun 2016 lalu, GMF mendapat predikat “low risk” MRO dari badan authority Amerika FAA, dan di tahun 2017 meningkat menjadi MRO dengan “Very High Level Quality”. Hal ini menjadi modal GMF untuk terus memberikan pelayanannya bukan hanya di domestik namun juga di kancah internasional.

TAGS:
Garuda Indonesiapergantian jabatancitilink

RELATED STORIES

Loading interface...