Geledah Kantor PT PAL di Surabaya, KPK Sita Dokumen dan Uang Rp 230 juta

Ahmad Mashudin

Dipublikasikan 5 tahun yang lalu • Bacaan 2 Menit

Geledah Kantor PT PAL di Surabaya, KPK Sita Dokumen dan Uang Rp 230 juta

WinNetNews.com - KPK menyita sejumlah dokumen dan uang dari kantor PT PAL di Surabaya saat penggeledahan Sabtu (1/4) lalu. Uang yang disita tersebut berjumlah Rp 230 juta dan US$ 2.100.

"Dari kegiatan penggeledahan pada Sabtu (1/4) di PT PAL Surabaya tim menyita dokumen, barang bukti elektronik, dan uang RP 230 juta serta US$ 2.100," kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (5/4/2017).

Febri menyatakan uang itu diduga terkait dengan kasus dugaan suap yang melibatkan sejumlah pejabat di PT PAL. "Tim menyita uang tersebut karena diduga terkait dengan kasus yang saat ini sedang ditangani KPK," ujarnya.

Selain di Surabaya, KPK juga menggeledah rumah salah satu tersangka Agus Nugroho di Depok. Penggeledahan itu dilakukan pada Selasa (4/4) kemarin.

"Selasa (4/4) kemarin KPK menggeledah 1 lokasi, yaitu rumah milik tersangka AN (Agus Nugroho) di Rafles Hills, Tapos, Depok sejak pukul 09.00 WIB hingga 12.30 WIB. Dalam penggeledahan itu tim menyita dokumen," ucap Febri.

Sebagai informasi, KPK melakukan OTT terhadap sejumlah pihak terkait dugaan suap kepada oknum pejabat PT PAL pada Kamis (30/3) lalu. Dalam OTT itu KPK menyita uang sejumlah US$ 25 ribu yang disebut sebagai pemberian kedua setelah sejumlah oknum pejabat di PT menerima uang US$ 163 ribu pada Desember 2016.

Uang itu disebut berasal dari fee agency 4,75 persen yang diterima oleh AS Inc sebagai perusahaan perantara dalam proyek penjualan kapal SSV (Strategic Sealift Vessel) oleh PT PAL kepada instansi pemerintah Filipina pada tahun 2014 dengan total proyek US$ 86,9 juta. Dari fee agency sebanyak 4,75 persen atau sekitar US$ 4,1 juta yang diterima oleh AS Inc itu, KPK menyebut, ada alokasi terhadap sejumlah pejabat PT PAL sebesar 1,25 persen atau US$ 1,087 juta.

Dalam kasus dugaan suap ini, KPK telah menetapkan empat orang sebagai tersangka. Keempatnya adalah M Firmansyah Arifin selaku Direktur Utama PT PAL Indonesia, Saiful Anwar selaku Direktur Keuangan PT PAL Indonesia, Arief Cahyana selaku GM Treasury PT PAL Indonesia, serta Agus Nugroho dari pihak swasta.

TAGS:

Share This Story

RELATED STORIES

Loading interface...