Gojek x Grab Geruduk Kantor Maxim Solo Soal Perang Tarif
Gojek dan Grab geruduk kantor Maxim Solo, Senin (16/12). [Foto: Cakrawala.co]
Ekonomi dan Bisnis

Gojek x Grab Geruduk Kantor Maxim Solo Soal Perang Tarif

Selasa, 17 Des 2019 | 17:45 | Khalied Malvino

Winnetnews.com - Sejumlah driver Gojek dan Grab di wilayah Solo Raya menggeruduk kantor penyelenggara transportasi online Maxim di Jalan RM Sangaji, Gajahan, Pasar Kliwon, Solo, Senin (16/12).

Para pendemo ini meminta penyedia jasa transportasi online asal Rusia itu menghentikan operasionalnya.

"Aksi ini menindaklanjuti petisi yang kami layangkan beberapa hari sebelumnya karena tidak ada tanggapan kami datangi kantornya," jelas salah seorang driver Gojek, Supardi, 34 di Lapangan Kartopuran seperti dikutip dari detikcom, (16/12).

Setibanya di lokasi, massa langsung berorasi dan memblokade akses jalan lingkungan yang ada di sekitar. Arus lalu lintas yang sebelumnya lancar menjadi tersendat selama beberapa saat.

Terpaksa aparat harus menerjunkan anggotanya untuk mengamankan jalannya aksi. Beruntung perwakilan massa diberikan kesempatan untuk mediasi dengan pihak manajemen Maxim Solo.

"Langsung kita segel dulu kantornya. Tapi mitra maxim masih boleh beroperasi untuk sementara," kata penanggung jawab aksi, Bambang Wijanarko usai mediasi dengan pihak Maxim Solo.

Dalam mediasi itu, Maxim Solo masih diberikan kesempatan untuk menyesuaikan tarif sesuai yang sudah ditentukan.

Para driver ojek online ini pun masih memberi kesempatan pada mitra Maxim untuk tetap beroperasi. Oleh sebab itu yang disegel hanya kantor manajemen saja sebagai bentuk kesepakatan.

Sebagai informasi, Maxim adalah start up transportasi online asal Rusia. Maxim berdiri sejak 2003 di kota Chardinsk, Pegunungan Ural. Perusahaan ride hailing asal Rusia ini memasang tarif minimum Rp2.000-3.000, jauh di bawah Permenhub nomor 12 Tahun 2019.

Padahal tarif rata-rata ride hailing lainnya, Grab dan Gojek berkisar Rp7.000-10.000, sesuai dengan ketentuan. Dengan tarif yang ditetapkan Maxim, pelanggan mitra Gojek maupun Grab pindah karena lebih murah.

Maxim menetapkan tarif minimalnya Rp1.850 per kilometer, dengan tarif batas atasnya Rp2.300 per kilometer, sesuai dengan aturan. Bedanya di penetapan per empat kilometer awal yang ditetapkan Maxim Rp3.000 kalau di Gojek dan Grab Rp7.000-10.000.

"Kantor kami tutup sementara sesuai permintaan kawan-kawan," kata Penanggung jawab Kantor Maxim Solo, Arif Yuda dilansir dari CNBCIndonesia.com, Selasa (17/12).

Pihaknya tengah menunggu keputusan dari kantor pusat, dan enggan berandai-andai.

”Tunggu putusan pusat dulu. Kita belum bisa berandai-andai," kata Arif.

Untuk mencari solusi terbaik, Maxim juga akan segera konsultasi kepada Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surakarta. Arif berharap pemerintah kota bisa mencarikan solusi terbaik atas masalah tersebut.

"Selanjutnya kami akan ikuti bagaimana arahan Dishub agar segera dapat solusi yang lebih baik," kata Arif.

Usai mediasi, massa mulai beranjak meninggalkan lokasi demo. Kendati demikian, massa siap kembali mendatangi Kantor Maxim Solo dengan jumlah yang lebih besar jika permintaan tersebut tidak segera dipenuhi dalam tiga hari ke depan. [cnbc/dtc]

TAGS:
gojekgrabMaximSolotarif

RELATED STORIES

Loading interface...