Grab Car El Mengaspal, Menhub Minta Aplikator Beri Insentif Driver
Penampakan Grab Car Elektrik di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, Senin (27/1).. [Foto: Otopedia]
Ekonomi dan Bisnis

Grab Car El Mengaspal, Menhub Minta Aplikator Beri Insentif Driver

Selasa, 28 Jan 2020 | 11:04 | Khalied Malvino

Winnetnews.com -  Penyedia jasa ride hailing Grab Indonesia meluncurkan taksi online (taksol) listrik pertamanya di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Senin (27/1). Nantinya, Grab Car Elektrik ini dipatok harga 15% lebih mahal dari taksi konvensional.

Melansir Kompas.com, Presiden Grab Indonesia, Ridzki Kramadibrata menuturkan, Grab Car Elektrik ini hanya bisa dipesan di Bandara Soetta dengan jumlah mobil hanya 20 unit pada tahap awal.

Ridzki menyebut jika Grab menginginkan ada sekitar 2 juta mobil listrik yang bakal mengaspal di jalanan seluruh Indonesia pada tahun 2025.

"Kita selalu ikut roadmap untuk pemerintah Indonesia. Maunya 2 juta di tahun 2025. Targetkan akhir tahun ini bisa 500 unit nanti yg dioperasikan tentunya tergantung dengan sekarang yang sedang dibicarakan dengan pemerintah Indonesia," ujar Ridzki seperti dilansir CNBCIndonesia.com, Senin (27/1).

Dalam kesempatan yang sama Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Listrik Negara (PLN) Zulkifli Zaini mengatakan bahwa mereka akan siap mendukung kendaraan berbasis listrik dengan menambahkan berbagai Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).

"Pasti ada penambahan titik charger, tapi nanti kita hitung dulu sesuai kebutuhan mereka berapa," ucapnya.

Ridzki menilai secara ekonomis pendapatan pengemudi akan semakin baik, terutama untuk pengemudi terpilih Grab Car Elektrik.

Untuk tahap awal, pengemudi yang mengoperasikan Grab Car Elektrik masih menggunakan skema penyewaan. Namun pihak Grab tidak menutup kemungkinan adanya skema lain.

"Ini pilihan yang 20 yang terbaik. Menjadi bagian komitmen layanan kami. Penting sekali di Bandara karena banyak penumpang premium untuk memberikan kualitas terbaik, ditambah dengan Grab Car Electric salah satu yang terbaik," kata Ridzki.

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi meminta Grab Indonesia memberikan insentif kepada pengemudi Grab Car Elektrik.

Apalagi menurutnya ada perbedaan harga antara Grab Car konvensional dan Grab Car Elektrik, sehingga dibutuhkan subsidi di awal pengoperasian.

"Saya pikir Grab harus memberikan insentif juga, karena ada perbedaan harga, saya yakin apabila di tahap awal Grab juga memberikan subsidi pasti bisa berjalan baik," kata Budi Karya, Senin (27/1).

Seperti diketahui, Grab Car Elektrik merupakan kerjasama pihak Grab Indonesia dengan Hyundai, menggunakan mobil Hyundai IONIQ EV yang beroperasi di titik awal beroperasi di Bandar Soetta.

TAGS:
Grab Car ElektrikGrab Indonesiataksi onlinementeri perhubunganBandara Soetta

RELATED STORIES

Loading interface...