Grand Final SEACA 2019 Resmi Dibuka! serta Dampak Esports bagi Ekonomi Negara
Opening Ceremony Grand Final Southeast Asia Cyber Arena (SEACA) 2019 di Balai Kartini, Jakarta. (Foto: Winnetnews/Sofia Citradewi)
Sport

Grand Final SEACA 2019 Resmi Dibuka! serta Dampak Esports bagi Ekonomi Negara

Jumat, 8 Nov 2019 | 16:45 | Sofia Citradewi

Winnetnews.com - Gelaran Grand Final Southeast Asia Cyber Arena (SEACA) yang diinisiasi oleh UniPin telah resmi dibuka pada hari ini, Jumat (8/11/2019). 66 tim yang terjaring untuk turnamen eSports berskala internasional ini berasal dari berbagai daerah di Indonesia dan beberapa negara di Asia Tenggara akan bertanding mulai 8 hingga 10 November 2019 di Kartika Expo, Balai Kartini, Jakarta. Adapun total hadiah yang diperebutkan untuk mendapat gelar juara pada turnamen SEACA kali ini mencapai total Rp2,4 miliar.

Acara ini merupakan yang kedua kalinya, sejak tahun lalu digagas oleh UniPin, sebuah platform berbasis website yang menghubungkan penerbit game di seluruh dunia dengan beragam metode pembayaran terkemuka.

image0
Opening Ceremony Grand Final Southeast Asia Cyber Arena (SEACA) 2019 di Balai Kartini, Jakarta. (Foto: Winnetnews/Sofia Citradewi)

Acara ini dihadiri oleh Ashadi Ang selaku CEO dan Co-Founder UniPin, Jendral Purnawirawan Marciano Norman selaku Ketua Umum Koni, dan juga Yuni Poerwanti selaku Plt. Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga, serta Bambang Sunarwibowo selaku perwakilan dewan pendiri Pengurus Besar (PB) eSports.

"Perkembangan esport di global sudah sangat pesat, di Tanah Air juga menunjukkan trend yang positif. Dengan banyaknya turnamen esport ini mendukung banyak aspek. Esport juga mendukung pariwisata. Dari 464 finalis ini terdiri dari berbagai kota dan negara. Selain itu, eSports juga mendukung lapangan pekerjaan baru seperti caster, content creator, cosplayer dan gamer pro player," kata Ashadi Ang dalam sambutannya di acara pembukaan SEACA 2019.

Lebih lanjut, Ashadi juga mengungkapkan bahwa eSports juga berfungsi mendukung ekonomi negara. Pihaknya pun ingin mendorong platform eSport dengan turnamen SEACA.

image1
Opening Ceremony Grand Final Southeast Asia Cyber Arena (SEACA) 2019 di Balai Kartini, Jakarta. (Foto: Winnetnews/Sofia Citradewi)
image2
Opening Ceremony Grand Final Southeast Asia Cyber Arena (SEACA) 2019 di Balai Kartini, Jakarta. (Foto: Winnetnews/Khalied Malvino)

"SEACA ini adalah gerbang bagi para gamer untuk naik kelas dari pemain amatir ke pro player. Nantinya setelah menjadi pro player lokal bisa merambah ke kancah internasional," kata Ashadi.

Turnamen diawali dengan babak kualifikasi UIC (UniPin Indomaret Championship) dan UCL (Unipin City League) yang telah dimulai sejak April 2019. Selain itu, UniPin juga menggelar babak kualifikasi di Malaysia yakni UKK Championship (UniPin KK Mart Championship) dan UniPin SEACA 2019 Philipine Qualifier di Filipina.

Tidak hanya itu, UniPin juga menghadirkan sebuah bazar bertajuk Southeast Asia Milennials Expo (SEAME). Bazar ini memperkenalkan berbagai produk lokal hingga internasional serta tenant kuliner di food festival.

image3
Opening Ceremony Grand Final Southeast Asia Cyber Arena (SEACA) 2019 di Balai Kartini, Jakarta. (Foto: Winnetnews/Sofia Citradewi)
image4
Opening Ceremony Grand Final Southeast Asia Cyber Arena (SEACA) 2019 di Balai Kartini, Jakarta. (Foto: Winnetnews/Sofia Citradewi)

Semakin digemarinya jenis olahraga ini membuat eSports memiliki organisasi baru yaitu Pengurus Besar eSports Indonesia yang berada di bawah naungan Komite Olahraga Nasional Indonesia atau KONI. PB eSports Indonesia diketuai oleh Budi Gunawan yang juga menjabat Kepala Badan Intelijen Negara.

Ditanya mengenai apakah tidak terlalu jauh jika badan intelijen mengurusi ranah eSports? Wakil Ketua Dewan Pendiri Pengurus Besar (PB) eSports Indonesia, Bambang Sunarwibowo mengatakan tak ada masalah kepala BIN menangani esports, sebab semuanya merupakan masyarakat Indonesia.

"Kita kan warga masyarakat juga. Bukan dari sananya, tapi dalam rangka kepentingan bangsa ini," kata Bambang saat ditemui usai Presscon Grand Final UniPin SEACA 2019, Jakarta, Jumat 8 November 2019.

Saat ini, ungkap Bambang PB eSports baru memiliki dewan pendiri, yang bertujuan membentuk organisasi, jika tidak ada yang mengawali eSports maka siapa lagi yang akan mengerjakannya.

image5
Bambang Sunarwibowo. (Foto: Winnetnews/Sofia Citradewi)

"Percepatan untuk anak-anak muda ini bisa tersalurkan energinya. Tidak ke arah yang negatif tetapi ke arah positif, bisa menjadi suatu hal yang cara berpikir bertindak strategi masa depan," ungkapnya.

Harapannya untuk ke depan, dengan PB eSports ini, Indonesia bisa mendapatkan atlet-atlet yang berkualitas internasional. Sehingga akan meningkatkan nama baik bangsa Indonesia. Sementara soal proses pendirian PB eSports, Bambang menyatakan sudah dimulai sejak pertengahan tahun ini.

"Ini baru saja berdiri. Jadi proses ini dalam mulai pertengahan tahun ini kita sudah berproses sampai baru bulan kemarin kita bentuk dalam hal ini," pungkas Bambang.

***

 

Dapatkan tiket gratis nonton turnamen eSports terbesar di Asia Tenggara, SEACA 2019 disini!

Bagi kalian yang mau top-up game kesayangan kalian bisa langsung kunjungi UniPin! Proses cepat dan harga murah! Subscribe channel YouTube UniPin Gaming untuk nonton konten game menarik.

TAGS:
esportsSEACA 2019UniPin

RELATED STORIES

Loading interface...