Harga Minyak 'Labil' Naik-Turun, Penuh Spekulasi
Ekonomi

Harga Minyak 'Labil' Naik-Turun, Penuh Spekulasi

Jumat, 12 Feb 2016 | 09:48 | Rusmanto
WinNetNews.com - Semalam di pasar Amerika Serikat (AS), harga minyak produksi AS anjlok hingga ke tingkat terendahnya dalam 12 tahun terakhir. Namun pagi ini, harga minyak di pasar Asia naik 4%. Ada apa?

Harga minyak bergerak labil naik-turun karena spekulasi. Untuk hari ini, kenaikan terjadi karena adanya berita dari menteri energi Uni Emirat Arab (UEA), selaku anggota OPEC, yang mengatakan rencana OPEC memangkas produksi minyak agar harga naik.

Dilansir dari Reuters, Jumat (12/2/2016), minyak West Texas Intermediate (WTI) produksi AS, harganya naik US$ 1,14/barel (4,35%) ke US$ 27,35/barel dari penutupan hari sebelumnya.

Menurut menteri energi UEA tersebut, anggota OPEC bersedia untuk memangkas produksi, meski dia menyatakan, harga minyak murah telah memaksa adanya pengurangan produksi, dan menciptakan keseimbangan di pasar minyak dengan sendirinya.

 

Namun, para analis melihat kecilnya peluang adanya kesepakata antara negara OPEC dan non OPEC, untuk bersama-sama memangkas produksinya.

"Pernyataan dari menteri energi UEA dampaknya kecil. Kami melihat ini hanya persuasi saja, karena koordinasi untuk memangkas produksi minyak sangat rendah," demikian pernyataan dari bank ANZ.

Harga minyak sudah jatuh 70% lebih sejak tingkat tertingginya di pertengahan 2014. Karena produsen minyak dunia meningkatkan produksinya 1 juta hingga 2 juta barel per hari. Sementara permintaan menurun, terutama akibat melemahnya perekonomian China.

disadur dari situs detik news

TAGS:
Brent North SeaHarga Minyak Dunia

RELATED STORIES

Loading interface...