Hei Goweser! Kamu Wajib Tahu Dua Pasal Ini Ya
Ilustrasi pesepeda. (Foto: Tempo)
Traveling

Hei Goweser! Kamu Wajib Tahu Dua Pasal Ini Ya

Senin, 6 Jul 2020 | 12:15 | Khalied Malvino

Winnetnews.com -  Maraknya goweser di wilayah Jabodetabek mengundang pro dan kontra dari berbagai pihak. Sejumlah bentuk dukungan dan penolakan terus bermunculan seiring penggunaan sepeda yang diklaim banyak pihak mengganggu aktivitas pengendara bermotor di jalan raya.

Meski demikian, polarisasi perihal pemanfaatan sepeda di kala wabah pandemi virus corona yang terus menimbulkan dampak buruk di masyarakat ini ada baiknya ditanggapi positif ya, Winners.

Memang pesepeda dan pejalan kaki di ruas jalan manapun di seluruh dunia menjadi satu momok spesial. Kenapa? Di luar negeri, seperti di Eropa dan Asia, pesepeda dan pejalan kaki amat dihargai oleh para pengendara bermotor, dengan kata lain pengemudi kendaraan bermotor wajib mendahulukan pesepeda dan pejalan kaki.

Anjuran ini bukan hanya sebatas informasi lisan dan kesadaran diri para pengemudi saja lho. Berkaca dari peraturan di luar negeri, di Indonesia sudah ada aturan bagi para pengendara motor dan mobil untuk mendahulukan para pejalan kaki dan pesepeda.

Hal ini tentunya tertuang dalam dua pasal yang telah ditetapkan oleh lewat Undang-Undang Republik Indonesia (UU RI) terkait Perlindungan Hukum Bagi Pesepeda.

Melansir Kompas, Senin (6/7), terdapat dua pasal yang mengatur Perlindungan Hukum Bagi Pesepeda.

Pertama, Pasal 62 UU RI No. 22/2009 LLAJ ayat 1 berbunyi, "Pemerintah harus memberikan kemudahan berlalu lintas bagi pesepeda". Pada ayat 2 di pasal yang sama berbunyi, "Pesepeda berhak atas fasilitas pendukung keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran dalam berlalu lintas".

Kedua, Pasal 284 jo. 106 UU RI No.22/2009 yang berbunyi, "Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor dengan tidak mengutamakan keselamatan Pejalan Kaki atau pesepeda sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (2) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 (dua) bulan atau denda paling banyak Rp500.000,00 (lima ratus ribu rupiah).

Dua pasal tersebut telah mengatur dengan jelas bahwa para pengemudi kendaraan bermotor wajib menghormati para pejalan kaki dan pesepeda. Jika tidak mengindahkan dua pasal UU RI Nomor 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) tersebut, maka bisa dikenakan hukum pidana dan membayar denda.

Tapi, bercermin dari aturan itu, para pejalan kaki dan pesepeda juga perlu kedaran diri yang tinggi ketika berada di jalan raya yang ramai dengan lalu lintas kendaraan bermotor. Bagi pejalan kaki, wajib menggunakan zebra cross serta Jembatan Penyebrangan Orang (JPO) yang sudah disediakan. Tak lupa ketika berjalan harus berada di sisi kiri guna menghindari kecelakaan lalu lintas.

Khusus bagi para pesepeda, berkendara roda dua tanpa mesin ini juga harus memerhatikan keamanan dan keselamatan diri. Misalnya melengkapi diri dengan alat pelindung yang sesuai standar bersepeda, jangan berpindah jalur secara mendadak, jaga jarak dan tetap dalam satu baris jika kamu bersepeda dalam kelompok atau komunitas.

Bagi pesepeda juga wajib mentaati rambu lalin yang berlaku. Jangan menerobos lampu lalu lintas, menyeberang pada tempatnya, berhenti di bahu jalan dengan tertib, dan tak lupa memberi isyarat tangan jika ingin berpindah jalur.

Bagi kamu yang sedang hobi bersepeda, jangan lupa menerapkan semua hal di atas ya. Hal ini dilakukan agar pesepeda, pejalan kaki, maupun pengendara motor tetap merasa aman dan nyaman di jalan raya.
 

TAGS:
sepedapasalUU RI

RELATED STORIES

Loading interface...