Hindari Beauty Waste, Menjadi Cantik Tak Perlu Rusak Lingkungan
Foto: Getty Images via The New York Times
Kolom

Hindari Beauty Waste, Menjadi Cantik Tak Perlu Rusak Lingkungan

Selasa, 21 Jan 2020 | 15:48 | Cindy Valentiasari

Winnetnews.com - Bermiliar-miliar ton sampah kemasan kosmetik dibuang setiap tahunnya.  Kosmetik merupakan kebutuhan yang sangat penting di kehidupan kita sampai tidak terpikir betapa buruk dampak dari sampah tersebut untuk kemudian hari.

Botol facewash, toner dan micellar water, sintetik makeup sponge dan brush. Bermacam-macam shade lipstick dan eyeshadow yang telah digunakan. Sepertinya terlihat sangat sulit untuk memulai bagaimana mengurangi sampah tersebut. Contohnya, berapa kali orang mengganti sebotol sabun cuci muka dalam setahun? Berapa kapas atau tisu yang dibuang setiap hari untuk menghapus sisa makeup di wajah?  Dan ada berapa juta manusia yang menggunakan kapas/tisu setiap harinya?

Sama halnya dengan isu kantong dan sedotan plastik yang sedang diperjuangkan di lingkungan kita, tapi malah melupakan sampah yang kita pakai sehari-hari yang tidak kalah daruratnya dengan kantong dan sedotan plastik, yakni sampah makeup. 

Faktanya setiap tahun, industri kosmetik memproduksi miliaran ton kemasan yang tidak dapat didaur ulang. Di tahun 2008 sendiri 120,8 miliar ton sampah plastik dikirim ke tempat pembuangan sampah di seluruh negeri. Dan tidak hanya itu, masa kemasan kosmetik baru dapat terurai berkisar antara 450 dan 1000 tahun. Pada tahun 2015, diperkirakan 61 persen kemasan kosmetik dan produk perawatan kulit terbuat dari plastik, dan pada tahun 2019 produk ini naik sampai 12 persen, dikutip dari Cirem.com, Senin (1/20/2020)

Selain itu National Geographic menemukan ada lebih dari lima triliun keping plastik saat ini di lautan. Tentu saja, kecantikan bukan satu-satunya industri yang patut disalahkan, tetapi dunia kecantikan memang berkontribusi besar terhadap masalah ini.

UNESCO juga melaporkan bahwa sampah plastik menyebabkan kematian lebih dari 100.000 mamalia laut dan lebih dari satu juta burung laut per tahun. Belum lagi plastik mikro yang dicerna oleh ikan yang berputar pada rantai makanan yang berakhir pada makanan kita.

Apa yang dapat kita lakukan?

image0

Ketika kamu membaca semua fakta yang mengerikan ini, sepertinya terlihat seperti tidak ada harapan. Kita berurusan dengan berjuta-juta hingga miliaran ton plastik. Bagaimana kita bisa membuat perubahan? 

Jika kita terus berpikir bahwa sudah terlambat untuk melakukan apa pun, maka hal itu akan terus selalu terjadi dan makin bertumpuk. Jadi sudah waktunya kita untuk segera bertindak.

There’s no way out. Membuang sampah adalah bagian dari keberadaan kita. Membuang secara cuma-cuma adalah konsep yang diciptakan manusia. Hal tersebut sudah terprogram dalam pikiran kita sejak kita hadir di dunia ini. 

Ketika ada sesuatu yang rusak, kita membuangnya. Ketika sesuatu tidak dapat digunakan lagi, kita membuangnya. Ketika sesuatu sudah terlihat tua, kita membuangnya dan membeli yang baru. Masalahnya adalah bukan pada plastik, tapi pada pola pikir kita sebagai manusia. Sekali pakai itu nyaman dan praktis tapi menggunakannya kembali itu merepotkan.

Dengan semua kekhawatiran itu, kamu mungkin bertanya-tanya “lantas bagaimana caranya?,” Isu merusak lingkungan demi mendapat wajah yang sehat dan cantik memang sudah ditahap darurat. Tetapi di bawah ini kami akan memberi tahu tentang 2 cara mudah yang dapat anda lakukan demi mengubah dampak negatif lingkungan tanpa kehilangan kosmetik dan perawatan kulit yang kita cintai.

1. Belilah produk yang Eco-friendly

Cara ini cukup mudah dengan membeli produk yang kemasannya yang dapat didaur ulang. Tidak mudah untuk menemukannya di pasaran tetapi kita harus tetap ingat untuk menghindari kemasan sekali pakai.

2. Sumbangkan ke tempat penampungan yang tepat

Tak masalah jika ingin membuang sampah kosmetik-mu. Namun, pastikan untuk membuangnya dengan cermat. Bersihkan terlebih dahulu bagian dalam botol menggunakan air untuk mempermudah proses daur ulang. Kamu bisa menyumbangkan botol-botol tersebut ke tempat penampungan sampah plastik atau mengembalikannya pada brand tersebut. Atau kamu juga dapat menyumbangkan kosmetik yang tidak terpakai ke tata rias jenazah.

Buy what you need, want what you have. Belilah barang sesuai dengan kebutuhanmu, dan pakailah apa yang kamu punya. Karena segala sesuatu yang berlebihan dapat berujung negatif. Dan ingatlah selalu untuk menerapkan 3R (Reuse, Refill, Repeat). (*)

 

 

--------------------
Cindy Valentiasari adalah mahasiswi London School of Public Relations Jakarta.
*) Opini penulis dalam artikel ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis seperti tertera, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi Winnetnews.com.

TAGS:
sampahkosmetik

RELATED STORIES

Loading interface...