Hobi BAB Sembarangan, Balita Tiga Tahun di Malang Tewas Dianiaya Ayah Tiri

Amalia Purnama Sari

Dipublikasikan 2 tahun yang lalu • Bacaan 2 Menit

Hobi BAB Sembarangan, Balita Tiga Tahun di Malang Tewas Dianiaya Ayah Tiri
Tersangka pembunuhan Agnes Arnelita, Ery Age Anwar (foto: RRI)

Winnetnews.com - Baru-baru ini beredar kabar seorang balita di Malang tewas yang jasadnya dipenuhi oleh luka lebam dan terbakar. Menurut penuturan ayah tiri korban, balita tersebut tewas karena tenggelam. Namun, beberapa saat lalu, ayah tiri korban, Ery Age Anwar (36), mengungkapkan jika dirinyalah yang membunuh balita tersebut.

Adalah Agnes Arnelita (3) tewas karena dianiaya oleh Ery. Menurut keterangan Ery, dirinya merasa jengkel karena Agnes buang air besar sembarangan. Pengakuan ini menyusul setelah statement palsu Ery yang mengaku jika Agnes tewas karena tenggelam di bak kamar mandi rumah.

Kapolres Malang Kota AKBP Dony Alexander mengatakan bahwa setelah korban diautopsi, pelaku diinterogasi ulang ketika tersangka menganiaya korban hingga meninggal dunia.

“Tersangka mengakui telah melakukan tindak penganiayaan kepada korban hingga mengakibatkan korban tewas,” kata AKBP Dony Alexander, dikutip dari Merdeka.com, Jumat (01/11).

Dari hasil autopsi, diketahui bahwa Agnes meninggal setelah mengalami pendarahan di perut. Usus besarnya robek hingga menimbulkan pendarahan dan menyebabkan korban meninggal dunia.

image0
Tersangka pembunuhan Ery Age Anwar (36) yang diringkus pihak kepolisian (foto: Detik.com)

Menurut penuturan Ery sebelumnya, Agnes meninggal karena tenggelam di bak mandi. Kemudian ia mengangkat tubuh balita tersebut untuk dipanaskan di dekat kompor karena menggigil kedinginan. Namun polisi mengungkapkan bahwa pernyataan tersebut hanyalah alibi Ery yang kemudian terbantahkan karena hasil autopsi tidak sesuai dengan keterangannya.

“Korban awalnya sedang BAB di celana, kemudian oleh tersangka ia dibawa ke kamar mandi. Almarhumah sering BAB tidak pada tempatnya, sehingga membuat tersangka emosi,” jelas Dony.

Ia lantas menjelaskan bahwa Ery mengguyur korban dengan air dan membuat Agnes menangis mengakui kesalahannya setelah dimarahi tanpa ampun. Agnes akhirnya terjatuh dan di saat itulah kemudian Ery menginjak punggung dan perut korban.

“Korban terjatuh dan spontan tersangka langsung menginjak punggungnya sebanyak dua kali. Karena posisinya jatuh tengkurap, akhirnya korban kesakitan membalikkan badan, ia kemudian sekali lagi menginjak perut korban,” tambah Dony kemudian.

Setelah diinjak sebanyak dua kali, Agnes menjadi kesulitan bernafas dan kejang-kejang. Ery panik dan langsung membawa Agnes ke luar dari kamar mandi. Ia langsung mengoleskan minyak telon ke tubuh Agnes. Dioleskan berkali-kali, Agnes tetap sesak napas.

Ery lantas membawa Agnes ke rumah sakit. Bocah tiga tahun tersebut sempat mendapatkan perawatan medis namun nyawanya tidak bisa diselamatkan. Ketika hendak dimakamkan, keluarga pihak istri melihat ada kejanggalan di tubuh Agnes dan langsung melaporkan Ery kepada pihak berwajib.

TAGS:

Share This Story

RELATED STORIES

Loading interface...