HRS dan Menantu Terancam 10 Tahun Penjara, Refly Harun: Luar Biasa, Lebih Berat dari Koruptor
Foto: Kompas.com
Nasional

HRS dan Menantu Terancam 10 Tahun Penjara, Refly Harun: Luar Biasa, Lebih Berat dari Koruptor

Selasa, 12 Jan 2021 | 10:30 | Anggara Putera Utama

Winnetnews.com -  Polisi telah menetapkan Habib Rizieq dan menantunya, Muhammad Hanif Alatas sebagai tersangka terkait kasus tes swab di RS UMMI Bogor, keduanya dijerat pasal berlapis dengan ancaman hukuman hingga 10 tahun penjara.

Selain Habib Rizieq dan menantu, Dirut RS UMMI, Andi Tatat juga ditetapkan sebagai tersangka. Mereka dijerat dengan Pasal 14 ayat 1 dan 2 UU No Tahun 1984 tak hanya itu, ketiganya juga disangkakan Pasal 216 KUHP dan Pasal 14 serta Pasal 15 UU No 1 Tahun 1946.

"Pasal 14 ayat 1 dan 2 UU 4 tahun 1984 tentang wabah penyakit. Hasil dalam lidik, sidik konstruksi pasal ditambahkan. Pasal 216 KUHP. Pasal 14 dan 15 UU 1 tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana. Maksimal 10 tahun (penjara)," kata Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Andi Rian Djajadi.

Pakar hukum tata negara Refly Harun mengaku heran dengan ancaman hukuman yang mencapai dua digit tersebut.

"Bisa sampai 10 tahun luar biasa ya, bayangkan kesalahannya itu lebih berat dari seorang koruptor, koruptor saja ancaman hukumannya kadang-kadang kurang dari itu," ucapnya seperti dikutip dalam kanal YouTube Refly Harun, Selasa (12/1).

Dengan pengenaan ancaman 10 tahun penjara itu, lanjut Refly artinya aparat kembali memiliki legitimasi untuk menahan Habib Rizieq dengan status tersangka.

"Habib Rizieq sudah ditahan jadi rangkap, kalaupun nanti dia menang di pra peradilan atas kasus kerumunan Petamburan dengan pengenaan pasal 160 KUHP tentang penghasutan, maka dia tetap bisa ditahan lagi sebagai tersangka dengan kasus lainnya," tuturnya.

"Jadi perangkap bagi Habib Rizieq banyak betul ya, sehingga dia tidak hanya dikenai UU yang ancaman hukumannya ringan, tapi juga ancaman hukumannya berat," sambungnya.

Sebagai pakar yang juga mendalami hukum di Indonesia, Refly menilai ada yang janggal dalam pengenaan pasal 14 tentang Peraturan Hukum Pidana yang berbunyi:

"Pasal ini berbunyi barang siapa dengan menyiarkan berita atau pemberitahuan bohong, dengan sengaja menerbitkan keonaran di kalangan rakyat, dihukum dengan hukuman penjara setinggi-tingginya 10 tahun."

Menurutnya, apabila Habib Rizieq dikenakan terkait dengan menyebarkan berita atau pemberitahuan, ini sama sekali tidak relevan, karena dalam kasus ini menurutnya Habib Rizieq dia tidak melakukan hal tersebut.

"Padahal dalam kasus Habib Rizieq justru die tidak menyiarkan apa-apa, dia hanya menolak untuk tes swab kan berbeda," ucapnya.

Kemudian, Refly juga menyoroti soal keonaran yang dinilainya terlalu dipaksakan. Padahal, pihak HRS sama sekali tak membuat onar."Jadi terkesan bahwa pasal ini adalah pasal yang memang dan bertujuan untuk menjamin Habib Rizieq akan bisa ditahan kalau seandainya nanti di pra peradilannya lolos," tuturnya.

Refly juga beranggapan bahwa ancama hukuman lebih dari lima tahun untuk pelanggaran yang berhubungan dengan Covid-19 sangat berlebihan.

"Menurut saya terlalu berlebihan mengenakan pasal-pasal dengan ancaman hukuman lebih dari lima tahun yang mengindikasikan seolah-olah ini adalah kejahatan berat," ucapnya.

"Bayangkan ada ketua umum partai yang korup saja ancaman hukumannya tidak banyak, kemudian dihukum cuman satu tahun dan sekarang sudah bebas. Ketua lembaga negara yang korup hanya dapat hukuman kurang dari lima tahun," sambungnya.

Ia menduga ada sesuatu di balik rentetan hukuman yang menjerat Habib Rizieq, mulai dari kerumunan Petamburan (6 tahun penjara), Megamendung (1 tahun penjara), dan tes swab RS UMMI (10 tahun penjara) menunjukkan adanya sesuatu.

"Kemudian sekarang juga kasus chatnya dibuka, itu menunjukkan bahwa Habib Rizieq memang sedang dilanda bertubi-tubi masalah hukum dan kita tidak tahu bagaimana ujungnya semua ini," tuturnya.

"Tapi yang jelas memang Habib Rizieq so far sudah ditersangkakan dengan tiga dakwaan penersangkaan tindak pidana dan kemungkinan akan jadi tersangka lagi dalam kasus chat mesumnya dengan FIrza Husein." katanya.

TAGS:
Refly HarunHabib Rizieq Shihab

RELATED STORIES

Loading interface...