Hukuman Mati Tak Beri Efek Jera, Adakah Alternatif Lain?
Warga Prancis Felix Dorfin, tiba di pengadilan Mataram, Lombok, 20 Mei 2019. Pengadilan Indonesia menjatuhkan hukuman mati padanya atas kasus penyelundupan narkoba. (Foto: via VOA)
Opinion

Hukuman Mati Tak Beri Efek Jera, Adakah Alternatif Lain?

Senin, 30 Des 2019 | 11:45 | Natasya Liman

Winnetnews.com - Tahukah kalian setiap hari orang dieksekusi dan dihukum mati oleh negara sebagai hukuman untuk berbagai kejahatan? Di beberapa negara, pelanggaran terkait narkoba, tindakan pembunuhan atau terkait terorisme dapat dikenakan pasal hukuman mati.

Dari dulu hukuman mati sangatlah kontroversial karena banyak sekali yang mengatakan bahwa hukuman mati tidak memberi efek jera tetapi tidak sedikit pula yang setuju dengan penerapan hukuman mati. Kubu pembela hukuman mati beralasan, hukuman mati dipercaya akan membuat tersangkanya jera. Tapi bagi sebagian besar orang, hukuman mati dianggap melanggar HAM. Mengapa demikian? 

Para pegiat HAM di tanah air yang menyebutkan bahwa hukuman mati bertentangan dengan UUD 1945 dan Pancasila yaitu mencabut hak manusia untuk hidup yang mana harus dihargai. Lagipula, mereka yang menentang beranggapan bahwa diberlakukannya hukuman suatu negara tak berkorelasi dengan jumlah pelaku kejahatan yang makin sedikit.

Selama menjabat sebagai Presiden RI, Bapak Joko Widodo telah mengeksekusi mati 14 terpidana loh. Secara keseluruhan kebanyakan dari mereka terjerat kasus narkotika. Salah satu di antaranya adalah warga negara Indonesia, sisanya adalah warga negara asing. 

Dalam konteks rancangan KUHP, pemerintah sesungguhnya telah bertujuan membatasi pelaksanaan hukuman mati. Pada pasal 89 RUU KUHP, disebutkan bahwa pidana mati secara alternatif dijatuhkan sebagai upaya terakhir untuk mengayomi masyarakat, apakah kalian juga setuju?

Usman Hamid selaku Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia sudah menegaskan bahwa hukuman mati sama sekali tak efektif untuk memberantas kejahatan narkotika. Untuk itu, Amnesty International pun menawarkan hukuman alternatif di luar eksekusi mati.

Ia juga mengingatkan pemerintah Indonesia untuk melakukan peninjauan ulang terhadap kebijakan eksekusi mati. Pihaknya menyebut ada sejumlah solusi hukuman alternatif yang bisa diterapkan selain hukuman mati.

Langgar HAM! Apa Solusi Terbaik Pengganti Hukuman Mati?

Sebagai alternatif dari hukuman mati, hukuman yang dianggap pantas dan sebanding adalah dengan menggunakan hukuman seumur hidup. Hukuman seumur hidup dapat memberikan efek yang lumayan mengerikan mengingat mereka harus menghabiskan sisa waktu sampai akhir hayat di dalam penjara dan dalam segi biaya, hukuman mati tergolong jauh di atas hukuman seumur hidup. 

Selain itu ada hukuman potong tangan, hukuman ini sendiri bisa dijatuhi untuk para koruptor karena sudah memakan uang rakyatnya. Dengan hukuman ini, mereka dipercaya akan berpikir dua kali untuk menyalahgunakan uang rakyatnya. 

Yang terakhir, ada hukuman untuk memiskinkan sang pelaku, ini juga hukuman yang berlaku untuk koruptor. Pemerintah berhak merampas segala harta dan aset pelaku sampai dengan aset – aset keluarga yang menerima uang hasil korupsi tersebut, jangan sampai uang hasil korupsi dapat terus dinikmati.

Di atas adalah beberapa contoh alternatif lain selain hukuman mati. Namun untuk menilai hal itu tetap bergantung pada kualitas manajemen setiap lembaga pemasyarakatan di Indonesia. Bagaimana menurut pendapat kalian?

 


---------------
Natasya Liman adalah mahasiswi London School of Public Relations Jakarta.
*) Opini penulis dalam artikel ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis seperti tertera, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi Winnetnews.com.

 

TAGS:
hukuman matinarkobaterorismeEfek JeraAlternatif

RELATED STORIES

Loading interface...