IMF dan WB Apresiasi Indonesia Bertahan Meski Pandemi Corona
Foto: Washington Times
Ekonomi dan Bisnis

IMF dan WB Apresiasi Indonesia Bertahan Meski Pandemi Corona

Selasa, 7 Apr 2020 | 15:02 | Khalied Malvino

Winnetnews.com - Lembaga keuangan dunia, yakni Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF) dan Bank Dunia atau World Bank memperkirakan perekonomian Indonesia masih bisa tumbuh positif di tengah pandemi virus corona atau COVID-19. Indonesia menjadi satu dari tiga negara di Asia yang mampu bertahan dari wabah virus asal China ini.

"Proyeksi untuk Asia, termasuk Indonesia dari dua institusi, yaitu Bank Dunia dan IMF, hanya tiga negara yang masih diperkirakan bertahan di atas 0 persen atau positif teritori, yaitu Indonesia, China, dan India," kata Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, seperti ditulis Liputan6 Selasa (7/4).

Sri Mulyani mengatakan Indonesia diperkirakan hanya akan tumbuh sebesar 2,3 persen di kuartal II dan III pada tahun ini, sementara pertumbuhan akan membaik di kuartal IV-2020.

"Untuk Indonesia, saat ini, skenario kita sudah turun di 2,3 persen. Ini adalah dampak dari COVID-19 yang paling severe atau paling parah terjadi di kuartal kedua tahun ini dan mungkin akan continue di kuartal tiga dan mungkin agak mulai membaik di kuartal keempat,” jelas dia.

Dampak dari pandemik COVID-19 membuat berbagai negara mengkombinasikan kebijakan penanganan dan stimulus ekonomi yang besar. Ini disebakan eskalasi penyebarannya juga berdampak pada pertumbuhan ekonomi global dan Indonesia.

Bank Dunia menyebut langkah yang dilakukan semua negara biasanya terdiri dari instrumen fiskal, apakah itu memberikan insentif pajak atau tax break.

Lalu memberikan tambahan belanja umumnya di bidang kesehatan dan bantuan sosial, dan juga membantu dunia usaha, termasuk menjaga sistem keuangan supaya tidak mengalami potensi krisis.

"Ini yang dilakukan oleh semua negara dalam menghadapi Covid-19 melalui penjaminan, memberikan jaminan pinjaman tetap, kredit tetap mengucur atau memberikan fasilitas refinancing atau restructuring,” jelasnya.

Kemungkinan Terburuk

Kemenkeu bersama Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) juga sudah melakukan forward-looking assesment berdasarkan berbagai contigency atau kemungkinan termasuk kemungkinan yang lebih buruk dari kondisi baseline yang sedang ataupun sudah diperhitungkan saat ini.

Pihaknya juga akan bekerja semaksimal mungkin memastikan ketersediaan anggaran untuk mempercepat upaya penanganan krisis ini, dengan tetap menjaga kesehatan dan kesinambungan keuangan negara melalui kebijakan fiskal dan APBN guna merespons kejadian COVID-19 dengan melakukan refocusing program, realokasi anggaran serta penyediaan stimulus untuk tujuan kesehatan, perlindungan masyarakat, dan dukungan dunia usaha.

TAGS:
IMFBank Duniapertumbuhanperekonomianpositif teritorikuartal

RELATED STORIES

Loading interface...