Ingin Langsing Tanpa Diet? Ini Loh Cara Terbaiknya

Muchdi
Muchdi

Ingin Langsing Tanpa Diet? Ini Loh Cara Terbaiknya ilustrasi diet ( Photo Shutterstock.com )

Winnetnews.com - Langsing dengan berat badan ideal jadi impian banyak orang. Beberapa orang diet keras untuk mencapai impiannya itu. Namun, diet kerap jadi masalah bagi sebagian besar mereka yang melakoninya. Saat program diet dihentikan, berat badan malah melonjak lagi.

Jika tak terlalu percaya diri untuk melakoni program diet, Anda tak perlu khawatir. Di luar diet dan aktivitas olahraga, ada beberapa cara lain yang bisa dilakukan untuk menurunkan berat badan.

Beberapa cara ini terbukti bisa membuat Anda mendapatkan lebih sedikit kalori dengan mudah. Dikutip dari situs CNN Indonesia dari laman Healthline, Selasa (5/2/2019), berikut  cara menurunkan berat badan tanpa diet, disimak ya.

  1. Kunyah makanan pelan-pelan

    Mengunyah makanan dengan seksama akan membuat rima makan melambat. Hal ini bisa mengirim sinyal pada otak yang menyampaikan bahwa Anda telah makan dengan cukup. Secara tidak langsung, hal ini akan membuat asupan makanan yang masuk ke dalam perut berkurang.

    Cara ini bisa membuat Anda kenyang lebih cepat dengan kalori yang sedikit. Ujung-ujungnya, berat badan pun akan menurun.

  2. Gunakan piring kecil untuk makanan tidak sehat

    Kebanyakan restoran menggunakan piring berat untuk menyajikan makanan mereka. Tujuannya adalah membuat porsi terlihat lebih kecil hingga Anda menambah lebih banyak makanan.

    Untuk menyetopnya, Anda bisa menggantinya dengan piring kecil agar porsi tampak lebih besar. Utamanya untuk makanan-makanan kurang sehat. Hal ini bisa 'menipu' otak hingga membuat Anda makan lebih sedikit.

  3. Makan banyak protein

    Protein berperan besar pada nafsu makan karena dapat meningkatkan rasa kenyang dan mengurangi rasa lapar. Hal ini disebabkan oleh beberapa hormon yang adalah di dalamnya seperti ghrelin dan GLP-1 yang memengaruhi rasa lapar dan kenyang.

    Menurut studi, peningkatan asupan protein sebanyak 15 persen dapat membantu seseorang mengonsumsi 441 kalori lebih sedikit per hari dan rata-rata kehilangan 5 kilogram selama 12 pekan tanpa olahraga atau sengaja membatasi makanan.

    Sarapanlah dengan makanan kaya protein seperti telur, dada ayam, ikan, yogurt, dan almond. Menurut studi, cara ini bisa membuat Anda makan lebih sedikit kalori untuk 36 jam ke depan ketimbang dengan orang yang sarapan dengan biji-bijian.

  4. Sembunyikan makanan tidak sehat

    Jauhkan makanan tidak sehat dari pandangan. Sebuah studi mengungkapkan bahwa jika makanan berkalori tinggi lebih terlihat di rumah, penghuni cenderung memiliki badan yang lebih berat daripada penghuni yang hanya melihat semangkuk buah.

    Simpanlah makanan tidak sehat di tempat yang tidak terlihat, seperti di dalam lemari sehingga Anda tidak tertarik untuk memakannya ketika lapar. Sebaliknya, simpan makanan sehat di tempat-tempat yang terlihat, seperti meja atau di tengah kulkas.

  5. Minum air putih secara teratur sebelum makan

    Sebuah eksperimen pada orang dewasa menemukan bahwa minum setengah liter air 30 menit sebelum makan bisa mengurangi rasa lapar dan asupan kalori. Artinya, porsi makan Anda akan lebih sedikit dan berujung pada penurunan berat badan.

    Seseorang kehilangan berat badan sebesar 44 persen lebih banyak daripada yang tidak saat mereka getol minum air putih sebelum makan selama 12 pekan.

  6. Makan tanpa gangguan

    Saat makan, fokuslah pada makanan. Jika Anda makan sembari menonton televisi atau bermain gim, Anda akan lupa seberapa banyak kalori yang Anda makan. Secara tidak langsung, kebiasaan itu akan membuat Anda makan dalam porsi berlebih.

    Sejumlah studi menemukan, orang-orang yang terdistraksi saat makan akan makan 10 persen lebih banyak. Hal ini berpaku pada analisis yang menyebutkan bahwa ketidaksadaran saat makan akan berpengaruh besar pada asupan makanan.

  7. Tidur cukup dan hindari stres

    Pola tidur dan tingkat stres bisa berpengaruh besar pada nafsu makan dan berat badan Anda. Kurang tidur dapat mengganggu hormon pengatur makan yang disebut leptin dan ghrelin. Sementara hormon kortisol akan meningkat ketika Anda stres.

    Jika kedua hormon ini berfluktuasi secara tak menentu, rasa lapar dan mengidamkan makanan yang tidak sehat akan meningkat hingga berujung pada pemasukan kalori yang lebih tinggi.

    Insomnia kronis dan stres juga bisa meningkatkan risiko beberapa penyakit, termasuk diabetes tipe 2 dan obesitas. Maka penting bagi Anda untuk menjaga tidur agar tetap cukup dan tidak stres.

  8. Hidangkan makanan tidak sehat di piring merah

    Menghidangkan makanan tak sehat di piring merah adalah salah satu strategi yang tidak biasa. Namun, penelitian menunjukkan bahwa teknik ini bisa bekerja pada camilan yang tidak sehat.

    Salah satu studi mencatat bahwa orang akan makan lebih sedikit pretzel dari piring merah daripada piring putih atau biru. Hal ini disebabkan sifat otak yang terbiasa menerima sinyal bahwa warna merah adalah tanda yang dipakai untuk menginstruksikan 'berhenti' atau 'setop'.