Ini 4 Orang Ketua Partai Terkaya di Indonesia

Aldina
Aldina

Ini 4 Orang Ketua Partai Terkaya di Indonesia Soeharto, Sumber foto: google.com
Winnetnews.com - Menjelang Pilpres 2019, kedua paslon pasti sudah mendapat dukungan dari partai-partai tertentu. Nah, yang menjadi perhatian di sini adalah beberapa partai pendukung ternyata dipimpin oleh orang terkaya di Indonesia.

Seperti dikutip dari Kompas, untuk membuat suatu partai baru salah satu syaratnya adalah memiliki kantor kepengurusan di 100 persen provinsi, 75 persen di kabupaten/kota, dan 50 persen di kecamatan. Hal tersebut hanya mampu direalisasikan oleh mereka yang memiliki modal yang cukup besar.

Terlebih lagi, di luar dari itu biaya-biaya politik pun menjadi pertimbangan pengeluaran yang besar, karena itu 4 orang terkaya ini memilki peluang terbesar untuk membangun partai.

1. Surya Paloh – Rp 8,4 triliun

Surya Paloh adalah ketua umum partai Nasional Demokrat atau Nasdem. Namanya juga sangat erat dengan salah satu stasiun televisi yaitu Metro TV dikarenakan ia adalah pemiliknya.

Melalui bisnisnya Media Group, ia dikenal dengan julukan pengusaha sukses. Bisnisnya meliputi sektor media cetak, percetakan, penyiaran, platform online, properti, sampai restoran.

2. Hary Tanosoedibjo – Rp 15 triliun

Pemimpin dari MNC Group ini adalah pendiri dari Partai Persatuan Indonesia atau biasa dikenal sebagai Perindo sejak 7 Februari 2015.

Terjun di dunia politik bukanlah sesuatu yang baru untuk dirinya, sebelumnya ia sempat bergabung di partai Nasdem dan Hanura.

Majalah Frobes memposisikan Hary Tanosoedibjo sebagai konglomerat terkaya di Indonesia pada nomor urut 31 dengan memilki kekayaan sebesar Rp 15 triliun.

3. Hutomo Mandala Putra – Rp 9,7 triliun

Anak dari Presiden Soeharto ini juga dikenal sebagai pengusaha. Hutomo Mandala Putra ditempatkan Globe Asia sebagai salah satu orang terkaya di Indonesia di urutan ke 60.

Pria yang kerap disapa sebagai Tommy Soeharto ini adalah pemilik dari Grup Humpuss, perusahaan induk atau holding company yang memimpin beberapa unit bisnis lainnya.

Sejak Soeharto menjabat sebagai presiden, ia sudah lama aktif di Partai Golkar. Baru-baru ini ia memutuskan untuk hengkang dari Golkar untuk mendirikan Partai Berkarya pada tahun 2016.

4. Oesman Sapta Odang – Rp 5,1 triliun

Pemimpin dari OSO Group ini ditempatkan Globe Asia di dalam daftar 150 orang terkaya di Indonesia. Sebelumnya di dunia politik, ia sempat menjadi pendiri Partai Persatuan Daerah. Setelah itu ia bergabung ke dalam partai Hanura dan dilantik sebagai ketua umum sejak tahun 2016.