Ini Loh Tarif Taksi Online yang Harus Diberlakukan!

Rani
Rani

Ini Loh Tarif Taksi Online yang Harus Diberlakukan! ilustrasi taksi online / foto: istimewa

winnetnews.com - Kebijakan pemerintah terkait penetapan tarif baru taksi online telah disahkan. Tercatat dalam peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) No 26 Tahun 2017 dan seharusnya mulai berlaku pada 1 Juli 2017.

Fakta di lapangan masih ada beberapa operator taksi online yang belum menerapkan aturan tarif baru tersebut. Ketika diteliti, sang driver yang mengemudikan taksi online tersebut juga belum mengetahui tentang peraturan tersebut.

Umumnya para driver taksi online pun menyambut baik jika memang nantinya diberlakukan kenaikan tarif. Mereka beralasan dengan begitu, penghasilan mereka akan semakin bertambah.

Tarif yang atas dan tarif bawah taksi online yang ditetapkan oleh pemerintah pun sudah teramsuk biaya asuransi, yang akan melindungi pengemudi dan konsumen jika terjadi kecelakaan.

Dalam pasal 3 Permenhub Nomor 26 Tahun 2017 tertulis Tarif angkutan sewa khusus untuk masing-masing Provinsi sudah termasuk iuran wajib penumpang umum asuransi Jasa Raharja sebesar Rp 60 (enam puluh rupiah) per orang dan asuransi tanggung gugat penumpang Jasa Raharja Putera sebesar Rp 40 (empat puluh rupiah) perorang.

Tarif taksi online tarbagi atas dua wilayah. Yakni wilayah I yang meliputi Sumatera, Bali, dan Jawa, serta wilayah II yang meliputi Kalimantan, Sulawesi, dan Papua. Untuk wilayah I kisaran tarif bawahnya itu per kilometer Rp 3.500. Untuk tarif batas atasnya Rp 6.000. Sementara untuk wilayah II tarif bawahnya Rp 3.700, dan tarif atasnya Rp 6.500.

Bila masih ada perusahaan aplikasi transportasi yang menerapkan tarif diluar aturan, maka pemerintah akan memberikan sanksi sesuai pelanggaran mulai dari teguran, pemutusan kerja hingga penonaktifan aplikasi.