Ini Tandanya Bila Dia Benar-benar Tulus Mencintaimu
ilustrasi
Lifestyle

Ini Tandanya Bila Dia Benar-benar Tulus Mencintaimu

Rabu, 16 Okt 2019 | 05:56 | Rusmanto

Winnetnews.com -  Dalam hubungan asmara yang sehat, kedua belah pihak pasti saling membutuhkan satu sama lain atas nama cinta dan kesetiaan. Namun, kesetiaan kadang sulit dibedakan dengan ketergantungan. Tidak sedikit orang yang menganggap cinta sama dengan menggantungkan seluruh hidup dan kebahagiaan dirinya sendiri seutuhnya pada pasangan. Akibatnya, mereka merasa tidak bisa hidup tanpa pasangan mereka sendiri. Kira-kira, Anda termasuk yang mana?

Ciri-ciri orang yang tulus mencintai

Kesetiaan dan ketulusan mencintai pasangan adalah fondasi dari hubungan yang sehat. Ikatan batin yang kuat antara kedua belah pihak pun dibutuhkan untuk berkomitmen menjaga keutuhan hubungan.

Di sisi lain, kesetiaan berbakti pada pasangan tidak lantas membuat salah satu pihaknya jadi merugi. Keduanya harus sama-sama rela dan bisa berkorban demi kelanggengan hubungan, bukan demi salah satu pasangannya saja.

1. Memaklumi saat berbeda pendapat

Semua orang lahir dan dibesarkan dengan cara pandang yang berbeda. Maka, perbedaan pendapat antar pasangan pun masih terhitung wajar.

Nah, hubungan asmara Anda berdua dapat dikatakan sehat jika Anda dan pasangan tetap bisa saling menghargai satu sama lain meski sering berbeda pendapat.

Cinta yang tulus tidak akan membuat Anda memaksakan diri sendiri untuk setuju mentah-mentah dengan satu pemikiran saja. Anda akan mencoba memahami jalan pikir pasangan sementara mempertimbangkan baik buruknya sambil membandingkannya dengan jalan pikir sendiri. Dari situ, Anda berdua kemudian bisa terus berdiskusi untuk menemukan jalan tengah yang terbaik.

Tidak lantas malah jadi terbutakan dan sembarangan mengikuti apa kata pasangan, meski dalam hati terdalam Anda tahu itu salah atau kurang tepat.

2. Membiarkan masing-masing punya dunia sendiri

Sebuah hubungan yang sehat memungkinkan masing-masing pihak tetap memiliki hak pribadi dan kebebasannya sendiri. Ya, Anda dan pasangan memang sudah sejak awal berkomitmen untuk hidup bersama. Namun, komitmen tersebut bukan diartikan sebagai sebuah kekangan.

Kuncinya adalah bahwa Anda dan pasangan bisa saling memberi ruang untuk satu sama lain. Dunia pasangan adalah hak dan tempat di mana ia bisa menjadi dirinya sendiri tanpa Anda, begitupun sebaliknya. 

Sederhananya begini: Anda tahu bahwa pasangan Anda sudah memiliki rutinitas, kebiasaan, dan lingkaran pertemanannya sendiri mungkin jauh sebelum bertemu Anda, dan Anda menghargai “kehidupan pribadi”nya itu. Pasalnya, Anda pun juga demikian dengan aktivitas, hobi, dan segala aspek kehidupan pribadi anda yang lain. 

Akan ada kalanya di mana pasangan butuh waktu sendiri untuk menghabiskan waktu bersama teman dekat atau keluarganya, dan Anda memakluminya. Tidak lantas jadi memaksa mengekor agar bisa terus bersamanya.

Begitu pula sebaliknya ketika Anda yang diharuskan menghadiri sebuah acara. Hubungan asmara yang sehat tidak akan membuat Anda memaksanya untuk ikut, atau kebalikannya, Anda yang malah absen dari acara tersebut karena tidak ditemani pasangan.

3. Tidak takut jika harus berpisah

Meski Anda berdua sama-sama terikat dalam sebuah hubungan, Anda tahu bahwa Anda adalah seorang individu mandiri yang berbeda dari si pasangan. Artinya, Anda tidak merasa ragu, takut, apalagi sedih apabila harus berpisah dengan pasangan, entah dari aspek jarak maupun waktu.

Sama halnya ketika situasi terburuk membuat Anda memertimbangkan harus benar-benar memutuskan hubungan dengannya. Anda tidak takut atau ragu untuk mengakhiri hubungan dan kembali menjadi single, karena tahu bahwa yang hubungan tersebut sudah tidak bisa diperbaiki lagi.

Di sini, Anda masih dapat berpikir rasional bahwa kadang ada hal yang tidak bisa dipaksakan. Apabila dipaksakan, Anda menyadari bahwa hubungan tersebut malah akan menyakiti salah satu di antara berdua.

TAGS:
cinta sejatihidup tanpa pasangan

RELATED STORIES

Loading interface...