Injury Time RDMP Kilang Cilacap
Kilang Cilacap. [Foto: Pasardana]
Nasional

Injury Time RDMP Kilang Cilacap

Rabu, 30 Okt 2019 | 17:10 | Khalied Malvino
Winnetnews.com - Pemerintah Indonesia melalui Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memberi kode injury time kepada T Pertamina (Persero) dan Saudi Aramco dalam menyelesaikan perhitungan valuasi aset Kilang Cilacap hingga Desember 2019 demi mengembangkan proyek kilang minyak atau Refinery Develepoment Master Plan (RDMP).

Kerjasama antar kedua BUMN tersebut sudah berjalan sejak empat tahun lalu. Namun, kesepakatan RDMP tersebut hingga kini masih belum jelas karena Indonesia dan Saudi belum bersepakat terkait perhitungan aset Kilang Cilacap.

Pada Maret 2019, sebenarnya perhitugan valuasi aset tersebut akan keluar. Namun, sejak Juni, bahkan hingga Oktober 2019 belum juga ada perhitungan yang disepakati.

"Jadi kami upayakan tahun ini kalau bisa sudah ada kesepakatan agreement-nya. Ini sedang kami dorong. Sampai Desember 2019 kami lihat, sepakat atau tidak," kata Erick ditemui di Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi, Jakarta, Selasa (29/10) seperti dilansir Okezone.com.

Penghitungan valuasi aset Kilang Cilacap tak kunjung rampung karena Pertamina dan Aramco masing-masing menunjuk pihak untuk menghitungnya. Alhasil, selalu terjadi perbedaan angka valuasi diantara keduanya.

Menurutnya, jika ini terus terjadi mak proyek pengembangan Kilang Cilacap tidak akan pernah terealiasi, sehingga perlu diberi batasan waktu penghitungan.

Meski demikian, Erick belum mengetahui langkah yang akan diambil ke depannya jika pada Desember 2019, kedua perusahaan tersebut tak juga menyepakati angka valuasi aset. Pihaknya hanya menekankan, masih mengusahakan Aramco menjadi partner Pertamina.

"Yah nanti bisa cari mitra lain juga, tapi kami sedang usahakan yang sudah disepakati oleh kedua negara," tandasnya.

TAGS:
kilang CilacapminyakPT PertaminaSaudi AramcoBUMNErick Thohir

RELATED STORIES

Loading interface...