Investasi Palapa Ring Capai Rp22 T
Menkominfo Rudiantara. [Foto: Antara]
Technology

Investasi Palapa Ring Capai Rp22 T

Selasa, 15 Okt 2019 | 13:49 | Khalied Malvino

Winnetnews.com - Peresmian Palapa Ring digadang-gadang menjadi langkah awal Indonesia menuju negera berbasis internet karena mampu merambah hingga ke berbagai pelosok negeri. ‘Tol langit’ ini menghubungkan dari ujung barat hingga timur Indonesia menggunakan skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

Sebagai pemegang kewenangan dalam proyek ini, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menyebut nilai investasi proyek Palapa Ring mencapai Rp22 triliun.

"Saya enggak hapal, tapi dari yang sudah ditandatangan sudah Rp21 berapa, hampir Rp22 triliun ya," kata Rudiantara seperti dilansir CNN Indonesia, Selasa (15/10).

Di Istana Kepresidenan, Senin (14/10), ia menerangkan sejauh ini Palapa Ring sudah berjalan untuk area barat dan tengah. Palapa Ring wilayah barat telah selesai pada tahun lalu, sementara wilayah tengah rampung awal tahun ini dan area timur selesai pada Agustus lalu.

image0
Foto: jppp.og.id

Menurutnya, Palapa Ring di wilayah barat dan tengah sudah diserahkan kepada konsorsium.

"Tapi dari Palapa (Ring) timur, akhir Agustus kemarin selesai. Sekarang yang sedang uji coba ada dua, Telkom dan Primacom. Ada 16 lagi yang sudah menyampaikan minatnya untuk menggunakan Palapa Ring timur. Kalau barat dan tengah sih lebih banyak," ujarnya.

Rudiantara berharap pada tahun depan akses internet sudah bisa dirasakan di seluruh pelosok Indonesia. Guna mewujudkan itu, kata Rudiantara, pemerintah telah siap untuk membangun sekitar 4.000 Base Transciever Station (BTS).

"Pemerintah menambah 4000 BTS lagi sampai akhir 2020, jadi diharapkan sudah merdeka sinyal. Tapi tentunya kalau di hutan ada desa, tak bisa seluruh hutannya terjangkau," tuturnya.

image1
Foto: Okezone

Selain itu, Rudiantara mengatakan pemerintah juga ingin memiliki tiga buah satelit. Menurutnya, pemerintah menargetkan satelit pertama bisa hadir pada akhir 2020. Sementara dua satelit berikutnya menyusul pada tahun berikutnya.

"Kita harus punya kapasitas besar, karena semua spot ada 90.000 sekolah yang belum terhubung internet. semua rumah sakit, kantor desa. Itu harus terhubung internet kecepatan tinggi, bukan internet lemot," pungkasnya.

TAGS:
Palapa RingRudiantaraKerjasama Pemerintah dan Badan Usaha

RELATED STORIES

Loading interface...