Ironis, Turis Dilarang ke Bali Tahun Depan, Ada Apa?
Pura Tirta Empul menjadi salah satu daya pikat wisatawan yang berkunjung ke Bali. [Foto: The Jakarta Post]
Traveling

Ironis, Turis Dilarang ke Bali Tahun Depan, Ada Apa?

Rabu, 20 Nov 2019 | 10:45 | Khalied Malvino
Winnetnews.com - Ironi kini tengah dialami salah satu pulau dengan pemasok devisa terbanyak di Indonesia, Bali. Meski dihiasi panorama indah dan eksotik, serta kesenian dan kebudayaan yang mengundang kekaguman dan minat para wisatawan baik lokal maupun mancanegara, Bali ditetapkan sebagai salah satu tempat yang wajib dihindari untuk dikunjungi di tahun 2020.

Situs Daily Mail menyebutkan, sederet tempat kunjungan wisata favorit justru masuk ke daftar hitam atau black list world travel guide for 2020. Selain Bali, Australia juga masuk dalam daftar hitam tersebut.

Melansir Viva.co.id, situs Daily Mail juga menyatakan, Bali yang berada di Indonesia itu merupakan salah satu pulau yang harus dihindari turis untuk dikunjungi tahun tahun depan, menurut  Fodor's 'No Go' List.

Situs web perjalanan itu mengatakan lokasi yang sangat populer itu  telah dibanjiri oleh banyak pengunjung dalam beberapa tahun terakhir.

"Pemerintah menimbang pajak turis untuk membantu memerangi beberapa efek yang lebih menyeramkan terhadap lingkungan," kata Fodor's Travel.

Badan Lingkungan Hidup Bali mendapati pulau itu menghasilkan 3.800 ton sampah setiap hari, dengan hanya 60 persen berakhir di tempat pembuangan sampah.

Selain dampak negatif terhadap lingkungan, pihak berwenang kini menindak para wisatawan yang tidak sopan yang mengunjungi situs-situs keagamaan dengan mengenakan pakaian renang, memanjat situs-situs suci, dan umumnya tidak menghormati adat istiadat dan norma-norma budaya.

Bukan cuma Bali di Indonesia yang bakal dilarang untuk dikunjungi, tempat wisata di Kamboja, Angkor Wat, juga masuk dalam daftar tempat yang harus dihindari untuk dikunjungi pada tahun 2020 karena masuknya wisatawan dalam beberapa tahun terakhir jumlahnya sangat membludak.

Konservasionis telah memperingatkan wisatawan yang merusak objek wisata Kamboja yang paling banyak dikunjungi, yakni kuil berusia 900 tahun.

"Ini jadi langkah jitu, karena banyaknya turis yang telah berjalan kaki dan relief-relief berkurang karena jumlah turis yang menyentuh mereka," klaim laporan itu. (viva)

TAGS:
Balipemasok devisapanorama indahkesenian dan kebudayaanwisatawanwajib dihindaridaftar hitamDaily Mail

RELATED STORIES

Loading interface...