Jadi Serial Terpopuler di Netflix, Ini 6 Fakta Unik 'Bridgerton'
Foto: Instagram/bridgertonnetflix
Film

Jadi Serial Terpopuler di Netflix, Ini 6 Fakta Unik 'Bridgerton'

Rabu, 6 Jan 2021 | 11:15 | Nurul Faradila

Winnetnews.com -  Serial ‘Bridgerton’ menjadi salah satu yang populer di Netflix. Drama yang mempunyai 8 episode ini, bahkan dilaporkan telah ditonton sebanyak 63 juta pelanggan, setelah dirilis pertama kali pada 25 Desember lalu.

Pencapaian ini membuat ‘Bridgeton’ berada di lima besar serial asli Netflix sepanjang masa, dan masuk dalam 10 besar program terpopuler di 76 negara, dikutip UNILAD. Tak hanya itu, serial ini juga mendapatkan rating sebesar 92% di Rotten Tomatoes.

Diadaptasi dari novel karya Julia Quinn, serial ini mengisahkan kehidupan dan rahasia keluarga elit saat mereka berusaha untuk menemukan jodohnya. Serial yang memiliki latar di era Regency ini, penuh dengan skandal dan membuat para penonton menyukainya.

Meski begitu, ternyata terdapat beberapa fakta terkait ‘Bridgerton’ yang masih belum diketahui oleh banyak orang. Yuk, simak apa saja fakta-fakta tersebut.

Tidak sesuai dengan sejarah

Meskipun banyak drama periode mempunyai ahli budaya selama proses produksi agar ceritanya sesuai dengan sejarah, tapi ‘Bridgerton’ mengambil pendekatan yang berbeda. Mereka memilih menata ulang keberagaman masyarakat kelas atas di London.

Ratu Charlotte adalah tokoh nyata

Meskipun serial ini dikenal karena keberagamannya, namun tetap ada percakapan tentang ras dan hak istimewa. Ratu Charlotte yang diperankan Golda Rosheuvel, secara historis diyakini sebagai ratu pertama Inggris dari ras campuran.

Nicola Coughlan minta saran penggemar untuk perannya

Nicola Coughlan yang memerankan Penelope Featherington, mengatakan kalau ia meminta saran untuk perannya kepada para penggemar novel ‘Bridgerton’.

“Aku menghabiskan banyak waktu mengintai di forum buku online untuk melihat apa yang dipikirkan penggemar. Aku menyadari bahwa (Penelope) adalah karakter yang sangat dicintai, karena dia bukanlah gadis sempurna yang disukai semua pria,” kata Coughlan kepada The Guardian.

Julia Quinn membebaskan produser mengerjakan serial ‘Bridgerton’

Julia Quinn menjadi konsultan untuk serial yang diangkat dari novelnya ini. Akan tetapi, dia sangat mendukung apapun yang dilakukan oleh produser Van Dusen dan Rhimes, untuk menggunakan kekreatifitasan mereka dalam mengerjakan ‘Bridgerton’.

Dianggap mirip ‘Gossip Girl’, bahkan oleh pemainnya sendiri

Lady Whistledown mengungkapkan rahasia masyarakat kelas atas London, seperti yang dilakukan dalam serial Gossip Girls. Para penonton pun kemudian membandingkan kedua serial ini. Bahkan, pemeran utama dalam ‘Bridgerton’, Rege-Jean Page mengonfirmasi kemiripan tersebut.

Sengaja menggunakan lagu pop modern

Meskipun menggunakan latar era Regency, namun lagu-lagu yang digunakan dalam ‘Brigerton’ merupakan lagu pop modern. Seperti ‘Wildest Dream’ milik Taylor Swift dan ‘Bad Guy’ dari Billie Eilish. Hanya saja lagu-lagu tersebut dikerjakan ulang menjadi musik orkestra.

Hal ini ternyata merupakan ide dari sang produser, Van Dusen. Alexander Patsavas yang bekerja sebagai pengawas musik untuk serial ini, pernah menjelaskan hal tersebut kepada Entertainment Tonight pada Desember lalu.

“Keakraban lagu-lagu pop yang dibawakan oleh kuartet atau orkestra ini tampaknya merupakan cara paling mulus untuk menciptakan ciri khas musik ‘Bridgerton’ dan juga mendukung musik indah Bowers,” tutur Patsavas.

TAGS:
Bridgertonserial Bridgertonnetflix

RELATED STORIES

Loading interface...