Jahe Bisa Redakan Mual, Tapi Berbeda untuk Penderita Maag
efek jahe untuk penderita maag / foto: istimewa
Kesehatan

Jahe Bisa Redakan Mual, Tapi Berbeda untuk Penderita Maag

Jumat, 26 Mei 2017 | 17:22 | kontributor

winnetnews.com - Jahe telah digunakan sebagai bahan makanan dan obat selama ribuan tahun. Selain untuk menghangatkan badan, jenis rimpang ini juga telah lama digunakan untuk mengatasi mual. Namun, adakah bukti ilmiahnya?

Jika di India, Tiongkok, dan Yunani jahe (Zingiber officinale) sudah digunakan sebagai makanan dan obat sejak zaman dulu, di Eropa rempah ini populer untuk mengatasi masalah pencernaan.

Jahe biasa digunakan untuk mengatasi mual dan muntah, inflamasi, gangguan pencernaan, sampai perasaan terbakar di dada (heartburn). Jahe juga diyakini dapat menyembuhkan infeksi saluran pernafasan, bronchitis, serta arthritis.

Jahe bisa dikonsumsi dalam bentuk segar, kering, atau bubuk sebagai bumbu atau campuran makanan, minuman, serta obat tradisional. Zat dalam jahe dipercaya dapat mengurangi mual dan inflamasi. Kandungan ini juga diyakini bisa bekerja langsung di lambung maupun di otak dan sistem saraf.

Ternyata, ini bukanlah sekadar kepercayaan tradisional. Studi ilmiah berskala besar menunjukkan bahwa jahe dapat membantu mengatasi mual saat hamil. American College of Obstetricians and Gynecologists pun menyarankan jahe sebagai pilihan bagi wanita hamil yang mengalami mual dan muntah.

Namun, hasilnya berbeda-beda bagi mual atau muntah jenis lain, termasuk yang disebabkan oleh mabuk laut dan mual-muntah setelah kemoterapi atau operasi. Tak jelas pula apakah jahe dapat menyembuhkan rematik, osteoarthritis, serta sakit persendian dan otot.

Meski cukup baik ditoleransi tubuh, jahe bisa memiliki efek samping seperti heartburn, kembung, dan iritasi lambung. Rempah ini harus digunakan dengan hati-hati oleh penderita batu ginjal, maag, atau refluks. Jahe juga bisa mengiritasi jika terkena kulit langsung.

Konsumsi jahe dalam dosis besar bisa meningkatkan perdarahan. Karena itulah, secara teori jahe bisa berinteraksi dengan obat pengencer maupun pembeku darah. Makanya, penggunaan ekstrak konsentrat jahe dalam dosis tinggi (10 gram per hari) harus dihentikan seminggu sebelum operasi.

Studi terbaru menunjukkan bahwa penggunaan jahe saat hamil tak meningkatkan risiko cacat lahir, kematian bayi baru lahir, dan masalah lainnya, seperti yang dilansir dari laman ABC Australia.

TAGS:
mualNgidamhamilmanfaat jaheefek sampingAir Jahependerita maag

RELATED STORIES

Loading interface...