Jaksa Pinangki Divonis 10 Tahun Penjara
Jaksa Pinangki saat menghadiri persidangan. (Foto: ANTARA/RENO ESNIR)
Nasional

Jaksa Pinangki Divonis 10 Tahun Penjara

Selasa, 9 Feb 2021 | 09:50 | Anggara Putera Utama

Winnetnews.com -  Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) menjatuhkan vonis 10 tahun penjara terhadap Jaksa Pinangki Sirna Malasari. Selain itu, ia juga dihukum membayar denda sebesar Rp 600 juta subsider 6 bulan kurungan.

Jaksa Pinangki dinyatakan terbukti bersalah atas tiga pidana yang didakwakan, yakni suap, pencucian uang, serta pemufakatan jahat.

"Mengadili, menyatakan terdakwa Pinangki Sirna Malasari terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah," kata Ketua Majelis Hakim Ignasius Eko Purwanto di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (8/2).

Jaksa Pinangki, dalam dakwaan pertama disebut terbukti melanggar Pasal 11 UU Tipikor dengan menerima suap sebesar USD 500 ribu atau sekitar Rp 7,3 miliar dari Djoko Tjandra. Dari jumlah tersebut, ia menerima USD 450 ribu atau sekitar Rp 6,6 miliar dan sisanya diberikan kepada Anita Kolopaking.

Suap tersebut diberikan kepada Jaksa Pinangki agar Djoko Tjandra dapat kembali ke Indonesia tanpa harus dieksekusi 2 tahun penjara terkait kasus cessie Bank Bali dengan pengurusan fatwa ke Mahkamah Agung (MA) melalui Kejagung.

Dakwaan kedua menyebut Pinangki terbukti bersalah melakukan tindak pidana pencucian uang  senilai USD 375.279 atau sekitar Rp 5.253.905.036, yang mana uang tersebut merupakan bagian dari suap yang diberikan Djoko Tjandra.

Uang tersebut kemudian digunakan Jaksa Pinangki untuk beberapa hal, seperti membeli mobil BMW X5,  pembayaran sewa apartemen di Amerika Serikat, pembayaran dokter kecantikan di AS, pembayaran dokter home care, pembayaran sewa apartemen, dan pembayaran kartu kredit. Atas perbuatannya itu Pinangki dinyatakan melanggar Pasal 3 UU Tindak Pidana Pencucian Uang.

Kemudian dakwaan ketiga Jaksa Pinangki juga dinilai terbukti melanggar Pasal 15 jo Pasal 13 ayat (1) huruf a UU Pemberantasan Tipikor. dengan melakukan pemufakatan jahat bersama Andi Irfan Jaya dan Djoko Tjandra untuk menyuap pejabat di Kejaksaan Agung dan MA senilai USD 10 juta. 

TAGS:
jaksa pinangkiDjoko Tjandrakorupsi

RELATED STORIES

Loading interface...