Jangan Terkecoh, Trik Marketing Seperti Ini Bikin Kamu Boros Tanpa Sadar
via dealstreetasia.com
Lifestyle

Jangan Terkecoh, Trik Marketing Seperti Ini Bikin Kamu Boros Tanpa Sadar

Sabtu, 4 Apr 2020 | 22:00 | Sofia Citradewi

 

Dalam bukunya, Predictably Irrational, Dan Ariely menggambarkan bagaimana majalah The Economist menggunakan efek umpan untuk mendorong pembaca untuk memilih opsi berlangganan yang lebih mahal.

Dalam kasus ini, penerbit menawarkan langganan digital hanya dengan $59, langganan cetak seharga $125 dan opsi ketiga yaitu langganan cetak plus digital dengan harga yang sama -- $ 125.

Pilihan hanya-cetak di sini jelas merupakan umpan, karena ia menawarkan kurang dari paket cetak dan digital dengan harga yang sama, tetapi Ariely mendapati bahwa kehadirannya semata-mata meningkatkan pilihan langganan gabungan (cetak plus digital).

Memang, ketika hanya dua opsi yang tersedia, 52% pembaca lebih cenderung memilih opsi hanya-digital yang jauh lebih murah, daripada pilihan yang melibatkan opsi ketiga -- pilihan "umpan".

Efek umpan mungkin juga marak dalam penjualan barang-barang mewah.

Sebuah makalah dari University of British Columbia baru-baru ini telah mendokumentasikan pengaruh efek umpan pada pasar berlian. Mereka menemukan bahwa keberadaan produk yang kualitasnya sedikit lebih rendah, tetapi sama mahalnya dapat berkontribusi pada lebih dari 20% dari keuntungan pengecer.

Tidak semua orang sama rentannya terhadap efek umpan. Sejalan dengan penelitian pada bias kognitif lainnya, para peneliti telah menemukan bahwa itu tergantung pada gaya berpikir Anda.

Kuesioner, misalnya, dapat menentukan apakah beberapa orang lebih rentan mendengarkan perasaan mereka, atau lebih analitis dan lebih cenderung berpikir secara sadar. (Pemikir yang lebih intuitiflah yang paling mungkin dipengaruhi oleh umpan.)

Menariknya, hormon dapat berperan dalam hal itu: kadar testosteron yang lebih tinggi, misalnya, cenderung membuat sesorang lebih impulsif, yang berarti mereka lebih rentan terhadap efek umpan (satu lagi Bukti yang menentang gagasan historis bahwa laki-laki adalah "jenis kelamin yang rasional").

image0

Efek umpan juga lazim dalam pengambilan keputusan yang dilakukan kelompok - kita tidak bisa mengandalkan orang lain untuk mengatasi bias dalam pemikiran kita.

Selain mengidentifikasi siapa yang lebih atau kurang rentan, para ilmuwan juga mengeksplorasi efek umpan dalam keadaan yang berbeda, selain keputusan konsumen. Ariely, misalnya, telah menemukan bahwa efek tersebut mungkin berlaku dalam memilih pasangan.

Menurut penelitiannya, kita cenderung lebih menyukai seseorang jika mereka muncul bersama "umpan" yang mirip, tetapi sedikit kurang menarik. Anda perlu mengingat itu ketika Anda melihat-lihat profil di Tinder -- persepsi Anda tentang daya tarik seseorang akan tergantung pada siapa yang Anda lihat sebelum atau sesudahnya.

Efek umpan juga dapat memengaruhi pilihan kita dalam pemilu, dan perekrutan pegawai.

Dalam situasi seperti ini, "umpan" mungkin lebih cenderung muncul secara tidak sengaja, tapi jika Anda menemukan dua kandidat yang serupa, tetapi yang satu sedikit lebih unggul dari yang lain, Anda bisa lebih memperhatikan mereka dibandingkan dengan para calon pegawai lainnya.

Chang, yang telah melakukan penelitian tentang efek umpan pada keputusan perekrutan, bertanya-tanya apakah ini bisa menjadi masalah tersendiri ketika algoritma mulai menyaring kandidat dan memberikan opsi kepada perekrut.

"Bisa jadi Anda menyajikan pilihan-pilihan yang terdiri dari umpan, sehingga Anda sebenarnya mendorong orang yang mendukung beberapa opsi," katanya.

Bukan hanya perekrut yang mungkin terpengaruh: percobaan terbaru menunjukkan efek umpan juga dapat memengaruhi pilihan calon karyawan tentang benefit di tempat kerja.

 

TAGS:
borosbelanjatrik marketing

RELATED STORIES

Loading interface...