Jelang Libur Panjang, Pemda DIY Akan Gelar Razia Rapid Antigen di Perbatasan

Anggara Putera Utama

Dipublikasikan 8 bulan yang lalu • Bacaan 2 Menit

Jelang Libur Panjang, Pemda DIY Akan Gelar Razia Rapid Antigen di Perbatasan
Tugu Yogyakarta (Wikimedia Commons)

Winnetnews.com -  Raja Keraton sekaligus Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menegaskan akan melangsungkan razia swab antigen di perbatasan Yogya selama berlangsungnya PPKM Mikro.

“Tidak dari pagi sampai sore, tapi hanya sampel-sampel saja (pemeriksaannya),” ujar Sultan HB X di Kantor Gubernur DIY Kepatihan Yogyakarta, Selasa (9/2).

Pemeriksaan tersebut dimaksudkan untuk mencegah mobilitas orang yang keluar masuk Yogyakarta saat libur Imlek pads Jumat, 12 Februari sampai Minggu, 14 Februari 2021.

Pemda DIY berharap dengan pemeriksaan seperti ini dapat menekan mobilitas dan menghindari lonjakan kasus seperti yang terjadi pada libur panjang 2020 lalu. 

“Kalau saat itu (razia swab antigen di perbatasan) ada yang positif ya tidak boleh masuk. Karena bisa menimbulkan masalah baru, Yogya yang (zona Covid-19) mulai hijau bisa jadi merah lagi,” kata Sultan.

Sultan menyebut Yogyakarta merupakan destinasi wisata yang kerap dilirik turis saat masa libur. Menurutnya, jika wistawat tak jadi ke Bali maka besar kemungkinan a akan memilih pergi ke Yogya saat libur panjang.

"Kami sudah minta akhir pekan ini (saat liburan Imlek) diamati bagaimana orang dari luar Yogya yang datang menginap di hotel khususnya saat Sabtu-Minggu, penuh atau tidak,” ujarnya.

Ia mengaku cukup khawatir akan terjadi lonjakan kasus, pasalnya masa libur Imlek relatif panjang. "Wisatawan biasanya datangnya sudah sejak dari hari Kamis siang atau sore, lalu mulai menginap dan Minggu baru pulang, kalau jumlahnya banyak harus ada pengawasan,” ujarnya.

Sekretaris DIY Kadarmanta Baskara Aji menilai agar lebih efektif, sebaiknya pemeriksaan swab antigen pada wisatawan dilakukan bukan saat hendak masuk ke suatu wilayah, melainkan saat keluar. 

"Sebab jika pemeriksaan dilakukan saat masuk suatu wilayah, misalnya dari Jakarta dia akan kerepotan berbalik, justru saat dia baru keluar itu seharusnya diperiksa dulu agar tak mendapat penolakan saat masuk wilayah,” ujarnya.

“Karena pemeriksaan ini random, kalau pas tidak kena pemeriksaan yang tidak bawa swab itu memang bisa lolos, tapi kalau kedapatan tak bawa swab ya harus balik,” lanjutnya.

TAGS:

Share This Story

RELATED STORIES

Loading interface...