Jokowi Dan Ahok Semobil, Margarito : Apa Yang Salah?
Sumber foto : istimewa
Politik

Jokowi Dan Ahok Semobil, Margarito : Apa Yang Salah?

Minggu, 26 Feb 2017 | 03:40 | Oky

Winnetnews.com - Pakar hukum tata negara Margarito Kamis ikut menanggapi soal kritikan dari sejumlah pihak yang meributkan terhadap sikap Presiden Joko Widodo yang menggunakan satu mobil bersama dengan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) saat meninjau proyek pembangunan simpang susun Semanggi dan stasiun mass rapid transit (MRT) bawah tanah.

Menurut Margarito, tidak ada salahnya jika seorang presiden dan gubernur berada dalam satu mobil bersama. Terlebih lagi kebersamaan mereka dilakukan untuk kepentingan bangsa dan negara.

"Kalau publik berspekulasi, ya silakan. Tapi satu hal yang pasti, Ahok Gubernur, Jokowi Presiden. Orang dua itu sedang memeriksa pekerjaan yang berfaedah untuk bangsa ini yang ada di daerah Ahok, jadi sudah benar itu. Jadi tidak perlu dipertanyakan, ngapain ," kata Margarito di kawasan Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (24/2/2017) malam.

Justru menurut Margarito akan terasa janggal jika keduanya berpisah. Apalagi mereka pernah berduet dalam memimpin Jakarta, di mana Jokowi pernah menjadi gubernur dan Ahok sebagai wakilnya.

"Apa yang salah? Jangan juga terlalu kritis kalau orang dua itu bertemu terus dianggap salah juga, kan bagus dong, yang salah itu kalau orang dua itu berpisah, kalau orang dua koncoan terus udah benar itu," ujar Margarito.

"Jadi sudah cocoklah itu. Apalagi orang dua ini kan , Pak Jokowi pernah jadi gubernur dan Pak Ahok jadi wakil kan . Jadi kalau mereka satu mobil kan bagus dong, hubungan silaturahmi musti dijaga terus," katanya.

Sebelumnya, kebersamaan Jokowi dan Ahok dalam satu mobil saat meninjau proyek pembangunan simpang susun Semanggi dan stasiun MRT bawah tanah pada Rabu (23/2/2017) lalu menuai kritik keras. Salah satunya datang dari Wakil Ketua DPR Fadli Zon.

Politisi Partai Gerindra ini menyebut, kejadian itu dapat menimbulkan kesan buruk bahwa Jokowi telah melindungi Ahok yang telah berstatus terdakwa dalam kasus penistaan agama. Selain itu, apa yang dilakukan Jokowi juga bertentangan dengan program revolusi mental yang digagasnya.

"Apa yang dilakukan Jokowi bertentangan dengan revolusi mental. Mental apa yang mau dibangun pemerintahan ini kalau seorang terdakwa saja itu dilindungi. Bubarkan saja revolusi mental. Sebaiknya bubarkan saja revolusi mental itu, enggak ada gunanya," kata Fadli saat dihubungi, Jumat (24/2/2017).

TAGS:
margaritoAhokJoko Widodo

RELATED STORIES

Loading interface...