Jokowi-Paloh Saling Sindir, Apa Kata Istana?
Surya Paloh (Foto: Tempo.co)
Politik

Jokowi-Paloh Saling Sindir, Apa Kata Istana?

Sabtu, 9 Nov 2019 | 11:00 | Sofia Citradewi

Winnetnews.com - Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi, Fadjroel Rachman, meluruskan anggapan adanya keretakan hubungan antara Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh. Fadjroel menilai kedua tokoh ini tetap bersahabat baik dan sindiran-sindiran itu hanya guyonan.

"Hubungan mereka sangat baik dan sangat erat menjaga koalisi pemerintahan Jokowi-Amin," tulis Fadjroel lewat pesan singkatnya kepada Tempo.co pada Sabtu, 9 November 2019.

Soal momen ketika Presiden Jokowi sempat menyinggung pelukan antara Surya Paloh dan Presiden Partai Keadilan Sejahtera, Sohibul Iman, Fadjroel menganggap hal itu sebatas candaan, bukan sindiran yang bermaksud menyinggung perasaan Surya Paloh.

"Itu humor persahabatan yang menunjukkan kedekatan beliau berdua," ucap Fadjroel.

Sebelumnya, Jokowi sempat menggoda Surya Paloh dalam sambutannya di acara peringatan ulang tahun ke-55 Partai Golkar. Jokowi mula-mula menyapa para tamu-tamu yang hadir seperti mantan wakil presiden Jusuf Kalla, dan para tokoh senior Golkar.

Saat menyapa para ketua umum partai baru lah Jokowi melontarkan candaannya untuk Surya. "Para Ketua Umum partai yang hadir. Bapak Surya Paloh yang kalau kita lihat malam hari ini lebih cerah dari biasanya. Sehabis pertemuan beliau dengan Pak sohibul iman di PKS," kata Jokowi di Hotel Sultan, Jakarta, Rabu kemarin.

Menurut Jokowi, wajah Surya yang terlihat lebih bersinar karena habis berangkulan dengan Sohibul. Jokowi menilai rangkulan tak biasa itu menyimpan makna tertentu. "Saya tidak tahu maknanya tapi rangkulannya tidak biasa. Tidak pernah saya dirangkul seperti itu," seloroh Jokowi.

Sementara di lain kesempatan, pada pembukaan Kongres ke-2 Partai NasDem malam tadi, Surya menyinggung pihak-pihak yang menafsirkan negatif pelukannya dengan tokoh oposisi.

"Kami berkunjung ke kawan pun dicurigai, ini bangsa model apa? Rangkulan pun dimaknai tafsir kecurigaan. Kita mengaku demokratis, tapi begitu ortodoks dan konservatif," ujar Surya Paloh disambut riuh tepuk tangan para kader, di Jiexpo Kemayoran, Jakarta.

TAGS:
Joko WidodoSurya Palohnasdem

RELATED STORIES

Loading interface...