Jokowi Teken Perpres Hidupkan Kembali Wakil Panglima TNI, Moeldoko: Tidak Bakal Ada Dualisme
Presiden Jokowi saat melantik Panglima Marsekal TNI Hadi Tjahjanto (foto: CNN Indonesia)
Nasional

Jokowi Teken Perpres Hidupkan Kembali Wakil Panglima TNI, Moeldoko: Tidak Bakal Ada Dualisme

Kamis, 7 Nov 2019 | 16:09 | Amalia Purnama Sari

Winnetnews.com - Presiden Joko Widodo secara resmi menghidupkan kembali posisi wakil panglima TNI. Posisi ini sebelumnya sempat dihapus di era presiden RI ke-4 Abdurrahman Wahid alias Gus Dur di tahun 2000an.

Penghidupan jabatan ini diperkuat dengan langkah Jokowi meneken Peraturan Presiden (Perpres) 66/2019 tentang Susunan Organisasi Tentara Nasional Indonesia yang ditandatangani pada 18 Oktpber 2019 lalu.

Melansir dari CNBC Indonesia, dalam salinan Perpres tersebut tertulis bahwa posisi wakil panglima berada langsung di bawah panglima TNI selaku unsur pimpinan, sesuai dalam Pasal 13 ayat (1) huruf a.

Jabatan wakil panglima TNI, disebutkan dalam Perpres, berperan sebagai koordinator pembinaan TNI guna mewujudkan interoperabilitas atau Tri Matra Terpadu yang berkedudukan dan bertanggung jawab kepada panglima TNI.

image0
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto (foto: Indozone)

Adapun tugas wakil panglima TNI sebagaimana diatur dalam pasal 14 ayat (2) terdiri dari empat hal.

Pertama, membantu pelaksanaan tugas harian Panglima TNI. Kedua, memberikan saran kepada panglima TNI terkait pelaksanaan kebijakan pertahanan negara, pengembangan postur, doktrin, strategi militer, serta pembinaan TNI. Ketiga, melaksanakan tugas panglima TNI apabila berhalangan sementara atau tetap. Keempat, wakil panglima TNI akan melaksanakan tugas lain yang diperintahkan oleh panglima TNI.

Posisi ini memang telah resmi dihapus hampir 20 tahun silam. Jabatan ini terakhir kali dijabat oleh Fachrul Razi pada tahun 1999-2000. Fachrul Razi saat ini diketahui menjabat sebagai Menteri Agama di Kabinet Indonesia Maju.

Rriskan munculkan dualisme TNI?

image1
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko (foto: Moeldoko)

Menjadi perbincangan banyak pihak karena dianggap dapat memunculkan dualisme dalam jajaran TNI, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko akhirnya memberikan penjelasan.

“Di tentara enggak ada dualisme. Kalau memang ada yang tidak beres, tetap yang salah di bawah. Apalagi kalau tentara dikatakan insubkoordinasi, pidana, dikatakan tidak loyal, mati itu kariernya,” kata Moeldoko saat dietmui di Kompleks Istana Kepresidenan, Kamis (07/11), dikutip dari Okezone.

Lebih lanjut, jabatan ini dikhususkan kepada para perwira tinggi dengan pangkat jenderal atau bintang empat.

TAGS:
Joko WidodoJokowiwakil panglima TNIFachrul RaziGus Durdualisme TNI

RELATED STORIES

Loading interface...