Jonan Beberkan Masalah Izin Kereta Cepat JKT-BDG

Muchdi

Dipublikasikan 6 tahun yang lalu • Bacaan 1 Menit

Jonan Beberkan Masalah Izin Kereta Cepat JKT-BDG

WinNetNews.com - Dalam rapat kerja dengan Komisi V DPR siang ini, Menteri Perhubungan Ignasius Jonan mengungkapkan beberapa izin yang belum dipenuhi oleh PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) sebagai pengembang kereta cepat (High Speed Train/HST) Jakarta-Bandung. Jonan menyebut ada 2 izin utama yang belum dirampungkan.

Pertama, Kemenhub dan KCIC belum menandatangani perjanjian penyelenggara sarana kereta cepat. Perjanjian ini diperlukan untuk menjamin bahwa proyek kereta cepat tidak akan menjadi beban pemerintah Indonesia seandainya berhenti di tengah jalan.

Jonan tak ingin kereta cepat meninggalkan bekas-bekas proyek seperti proyek monorel yang meninggalkan tiang-tiang di tengah jalan.

 

"Dari segi perizinan, yang belum terbit adalah perjanjian konsesi. Itu dengan harapan kalau proyek nggak jadi di tengah jalan tidak jadi beban pemerintah sama sekali. Promotor juga harus mengembalikan lingkungan seperti semula kalau nggak jadi, kita menghindari jadi seperti tiang-tiang monorel," kata Jonan dalam rapat kerja dengan Komisi V di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (26/1/2016).

Kedua ialah masalah izin pembangunan. Izin ini belum diterbitkan meskipun proyek HST sudahgroundbreaking pada 21 Januari 2016 lalu. Bahkan, Kemenhub sempat mengembalikan dokumen usulan untuk memperoleh izin pembangunan prasarana kereta cepat kepada KCIC karena dokumen masih ditulis dalam Bahasa China.

"Berikutnya izin pembangunan. Ini seperti IMB (Izin Mendirikan Bangunan). Ini evaluasi teknis atas detail rancang bangun yang disampaikan pada kami," tutupnya.

sumber dari detikfinance, Jakarta

TAGS:

Share This Story

RELATED STORIES

Loading interface...