Kami Menjajal MRT Jakarta dan Segala Fasilitasnya untuk Pertama Kali

Daniel
Daniel

Kami Menjajal MRT Jakarta dan Segala Fasilitasnya untuk Pertama Kali Foto: Winnetnews.com/Daniel

Winnetnews.com - DKI Jakarta akan menyambut moda transportasi anyar yakni Mass Rapid Transit atau biasa disebut MRT. Saat ini uji coba untuk masyarakat umum tengah dilangsungkan sejak 11 hingga 24 Maret 2019. Hingga kini masih ada sisa tiket yang bisa dipesan secara gratis melalui website resmi MRT Jakarta.

Winnetnews tidak melewatkan kesempatan untuk ikut menjajal rasanya naik kereta MRT. Kesan pertama ketika menaiki armada MRT yang memiliki total enam gerbong sebenarnya tidak jauh berbeda dengan ketika menaiki kereta Commuter Line.

Namun satu yang paling kentara adalah MRT tidak sebising Commuter Line. Kendati kereta melaju cukup cepat, namun suara kereta begitu halus dan tidak bising. Fasilitas yang ada di dalam kereta juga cukup lengkap seperti CCTV, papan digital penunjuk lokasi kereta dan stasiun berikutnya, dan bangku prioritas yang terletak di dua sisi ujung tiap gerbong.  

Oh iya, kami naik dari Stasiun MRT Setiabudi yang letaknya berada di bawah tanah. Total ada enam stasiun yang letaknya berada di bawah tanah yakni Bundaran HI, Dukuh Atas, Setiabudi, Bendungan Hilir, Istora, dan Senayan.

Sementara tujuh stasiun lainnya berada di upper ground. Jika berangkat dari Bundaran HI, transisi dari bawah tanah ke upper ground terjadi pada saat melalui Senayan dan masuk Sisingamangaraja. Tujuh stasiun yang berada di bagian atas antara lain Sisingamangaraja, Blok M, Blok A, Haji Nawi, Cipete Raya, Fatmawati, dan Lebak Bulus. Stasiun Blok M jadi stasiun terbesar di antara 13 stasiun MRT yang ada.

Untuk fasilitas stasiun yang paling kentara mungkin adalah adanya platform screen door di stasiun bawah tanah. Platform screen door ini selain sebagai pembatas antara peron dan tempat berdiri para penumpang. Terdapat juga pintu otomatis yang terbuka dan tertutup selaras dengan pintu kereta MRT.

Platform door juga digunakan di stasiun yang berada di atas, namun tidak berupa screen. Ukurannya setengah lebih pendek ketimbang platform screen door di stasiun bawah tanah. Salah satu hal yang tampaknya harus dibenahi adalah buruknya penerimaan sinyal telefon genggam ketika kereta berada di bawah tanah. Untuk beberapa operator penerimaan sinyal begitu buruk. Tercatat hanya Telkomsel yang masih bisa digunakan dengan lancar untuk berselancar di dunia maya.

Selain itu fasilitas stasiun lainnya sudah cukup lengkap seperti lift, toilet, tempat ibadah, tempat duduk, CCTV di area stasiun, papan keterangan jam keberangkatan dan kedatangan kereta. Plus berbagai fasilitas untuk pengguna disabilitas seperti lift dan penanda jalan. Pada peron stasiun juga sudah diberikan garis tempat menunggu untuk penumpang naik yang ditandai dengan wana kuning.

Tujuan dari diadakannya MRT adalah menanggulangi macet serta mempercepat jarak tempuh dari satu titik ke titik tujuan lainnya. Selama melakukan uji coba hal itu memang sukses dibuktikan oleh armada MRT. Laju yang begitu cepat membua perjalanan dari Stasiun Setiabudi ke Lebak Bulus hanya memakan waktu kurang lebih 30 menit saja. Kedatangan kereta juga tepat waktu, bahkan lebih cepat dari waktu yang ditentukan. Saat berada di Bundaran HI, papan menunjukkan kereta dari arah Lebak Bulus tiba pada pukul 13.13 WIB, namun pada pukul 13.07 WIB kereta sudah tiba. Impresif.

Untuk anda yang ingin mencoba merasakan pengalaman menaiki MRT, silakan pesan tiket uji coba MRT di sini: http://www.ayocobamrtj.com/