Kapan Sebaiknya Vaksin Rabies Diberikan?
ilustrasi
Kesehatan

Kapan Sebaiknya Vaksin Rabies Diberikan?

Kamis, 8 Apr 2021 | 14:30 | Rusmanto
Winnetnews.com -  Penyakit rabies atau yang lebih dikenal sebagai penyakit anjing gila bisa menyebabkan kelumpuhan atau bahkan kematian. Virus rabies berpindah ketika seseorang tergigit oleh hewan yang telah terjangkit virus sebelumnya. Pada awalnya, penyakit rabies tidak menunjukkan gejala yang parah, tapi jika terus dibiarkan bisa menyebabkan kematian. Supaya terbebas dari bahaya virus ini, Anda bisa mengandalkan vaksin rabies.

Siapa saja yang membutuhkan vaksin rabies?

Rabies merupakan penyakit zoonosis (berasal dari hewan) yang disebabkan oleh infeksi lyssavirus. Infeksi virus ini menyerang sistem saraf manusia yang kemudian berpindah ke otak.

Meskipun pada awalnya rabies tidak langsung memunculkan gejala, penyakit ini hampir selalu menimbulkan akibat fatal setelah gejalanya muncul.

Maka dari itu, setiap orang memang sebaiknya memperoleh vaksin antirabies. Namun, orang yang berisiko tinggi terinfeksi virus rabies sangat dianjurkan untuk melakukan vaksinasi.

Orang yang rentan terinfeksi adalah orang yang profesinya berhubungan langsung dengan hewan. Kelompok berisiko yang perlu mendapatkan vaksin rabies adalah:

  • Dokter hewan
  • Peternak hewan
  • Pekerja atau peneliti laboratorium yang penelitiannya melibatkan hewan yang bisa terinfeksi rabies
  • Orang yang bepergian ke daerah endemis rabies

Di samping itu, orang yang tergigit hewan – terutama anjing, tikus, dan hewan liar – baik yang diketahui terinfeksi rabies maupun yang tidak terinfeksi juga perlu mendapatkan vaksin.

Dalam penanganan gigitan hewan, vaksin rabies dapat mencegah timbulnya gejala rabies yang bisa mengakibatkan gangguan saraf dan kelumpuhan.

TAGS:
kesehatanvaksinrabies

RELATED STORIES

Loading interface...